BETANEWS.ID, MAGELANG – Tangan Yuliana Beby Kurniawati tampak sibuk. Matanya fokus pada helaian benang yang disambungkannya pada lubang jarum untuk menjahit. Ia tidak sedang menjahit celana ataupun baju. Melainkan, menjahit ujung-ujung bunga melati yang ada di depannya.
Satu persatu bunga melati dikaitkannya. Hingga tercipta rangkaian yang indah. Rangkaian dari bunga melati itu, selanjutnya tinggal disesuaikannya. Apakah untuk sanggul, tiban dada, atau untuk hiasan tubuh lainnya.
Baca juga: Melihat Geliat Usaha Ronce Bunga Melati di Muntilan, Kewalahan saat Musim Manten
Butuh waktu untuk mengerjakannya. Biasanya, untuk menyelesaikan satu set ronce melati, bisa memakan waktu seharian.
Beby Kurniawati menyebut, sudah menekuni kerajinan ronce bunga melati sejak 15 tahun lalu. Dengan waktu yang tidak sebentar, ia sudah cukup dikenal di kalangan perajin ronce bunga melati. Bahkan saat ini, Yuliana Beby Kurniawati sudah memiliki banyak anggota.
“Saat ini anggota kita untuk meronce bunga melati sekitar 20 orang. Semua terdiri dari berbagai umur, ada yang tua dan ada yang muda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, awal mula berkecimpung dalam dunia kerajinan ronce bunga bisa dikatakan secara tidak sengaja. Pada saat itu, 15 tahun lalu, kerajinan ronce bunga melati dilakukan oleh tetangganya.
“Inspirasi awal itu dulu dari tetangga yang meronce bunga, sekarang sudah pindah, jadi saya yang nerusin gitu,” jelas Beby Kurniawati.
Belasan tahun ia menekuni kerajinan meronce bunga melati ini, tentu secara teknik tak memiliki kesulitan. Baginya, yang menjadi kendala saat ini adalah bahan baku.
Baca juga: Pernah Terancam Putus Sekolah, Nikmah Kini Sukses Jadi Peronce Melati
“Biasanya kalau pesanan sudah mulai banyak, kita kesulitan di bahan baku. Karena kita ambil bunga melati dari Pekalongan, jadi kalau pesanan banyak risiko bunga melati banyak rusak,” jelasnya.
Selama ini, bahan baku bunga melati, banyak diambil dari Pekalongan dan Pemalang. Untuk pemesanan ronce bunga melati, bisa dilakukan dengan datang langsung ke Dusun Clapar, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.
Editor : Kholistiono

