31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Jelang Panen Raya, Harga Kopi Muria Relatif Stabil

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang musim panen raya, harga kopi saat ini masih cenderung stabil. Hal ini diungkapkan oleh Purbo Wiyanto, Ketua Petani Kopi Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus.

Ia mengatakan, musim panen raya kopi akan berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus nanti. Harga kopi pun menurutnya saat ini masih stabil, tidak ada penurunan.

“Harga kopi saat ini tidak turun, masih stabil seperti tahun kemarin,” bebernya.

-Advertisement-

Baca juga: Akui Pemasaran Lemah, Dispertan: ‘Jujur Saja, Kopi Kudus Belum Dikenal Hingga Pusat’

Menurutnya, para Petani Desa Colo menjual biji kopi dengan dua cara. Yakni menjual biji dalam bentuk brongkol basah dan uwas.

“Brongkol basah itu biji kopi yang baru dipetik, belum dikeringkan. Sedangkan uwas itu biji kopi yang sudah kering,” jelasnya.

Untuk jenis brongkol basah dijual seharga Rp 500 ribu per kuintal. Sementara, biji kopi kering dijual seharga Rp 25 ribu per kilogram.

Purbo sendiri mengaku memiliki kebun kopi seluas satu hektare. Dalam sekali panen, dirinya bisa menghasilkan sekitar lima ton biji kopi.

“Setelah panen nanti dijualnya bebas sesuka petani,” ucapnya.

Para petani menjual hasil kebunnya ke pengepul dari Wonosobo dan Temanggung. Selain itu, ada juga yang menjual ke koperasi Gudang Kopi RPLH Desa Colo. Menurutnya, kebanyakan petani saat ini memilih menjual ke koperasi daripada ke pengepul karena lebih mudah.

Baca juga: Ini Makna Tradisi Wiwit Kopi yang Dilakukan Petani di Pegunungan Muria

“Sejak tahun kemarin, mulai banyak petani yang menjual ke koperasi,” katanya.

Diiketahui, sebelum memulai panen raya, petani kopi Desa Colo menggelar tradisi Wiwitan Kopi terlebih dahulu. Tradisi ini pun sudah digelar pada Kamis lalu (23/06/22).

“Kalau biji kopi sudah banyak yang merah, kami langsung menggelar tradisi Wiwit Kopi,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER