Khairun Tak Masalah Telat Tanam Padi, Justru Harga Gabah Naik 2 Kali Lipat Saat Panen

SEPUTARKUDUS.COM, UNDAAN LOR – Sebuah traktor terlihat di lahan persawahan Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus. Lahan yang berada di jalur masuk Gang 12 tersebut terlihat masih banyak yang terendam air. Menurut Khairun (38) petani desa setempat, sebagian besar lahan pertanian di Desa Undaan Lor masih terendam air. Hal itu mengakibatkan masa tanam padi kedua di Desa Undaan Lor telat. Meski begitu, dirinya yakin harga padi hasil panen masa tanam kedua (MT II) ini naik.

MT II Kudus 2017_3_14
Area persawahan Desa Undaan Lor. Foto: Imam Arwindra

Khairun menjelaskan, seharusnya dirinya sudah melakukan pembibitan padi tanggal 1 Maret 2017 lalu. Karena lahan masih tergenang, dirinya berharap bisa mulai pembibitan satu bulan ke depan. Meski telat satu bulan, dirinya memperkirakan panen pada Agustus nanti harga padi akan naik dua kali lipat.

Baca juga: Petani Desa Undaan Lor Pasrah, Hingga Maret Ini Belum Bisa Tanam Padi

-Advertisement-

Dia memberitahukan, saat ini sejumlah desa di Undaan telah mulai tanam, di antaranya Desa Undaan Tengah, Undaan Kidul, Sambung, Medini, Kalirejo, Glagah Waru, Kutuk dan Berugenjang. Panen raya nanti diperkirakan bulan Juli, sedangkan di Undaan Lor Agustus. Pada Agustus itulah diperkirakan harga padi naik, karena tidak bersamaan dengan panen raya.

Pada MT 1 harga gabah basah menurutnya Rp 3.100 per kilogram. Saat itu, panen padi berlangsung di seluruh Undaan. Setelah dikurangi biaya tanam dan panen, dirinya mendapatkan uang Rp 2.600 per kilogram. “Kalau saya masih sewa (tanah). Saya punya tiga bahu (sekitar 4,5 hektare). Untuk biaya keseluruhan satu bahu kira-kira habis Rp 5 juta,” tambahnya.

Khairun melanjutkan, jika dirinya bisa panen pada Agustus, dan umumnya di Kecamatan Undaan bulan Juli, diperkirakan harga gabah akan naik dua kali lipat diangka Rp 4.500 per kilogram. Namun risiko yang harus dihadapi, dirinya harus menambah biaya perawatan padi.

Menurutnya, di Undaan Lor masa tnam dilakukan tiga kali. MT 1 dan MT 2 untuk padi, dan MT 3 ditanami palawija. “Semoga di MT dua ini pupuk tidak naik,” harapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER