Segarnya Es Gempol Pleret Pak Bendo yang Menemani Warga Solo Sejak 1960, Harganya Cuma Rp5 Ribu

BETANEWS.ID, SOLO – Di sebuah lapak yang berada di pinggir Jalan Hasanudin, Solo, tampak beberapa orang sedang menyantap makanan di bangku yang disediakan. Di tengah ramainya pembeli itu, seorang pria terlihat lihai menata berbagai isian dari toples ke mangkuk yang dipegangnya. Terakhir, ia kemudian menuanginya dengan kuah dan siap diantarkan kepada pemesannya.

Berbeda dengan Es Gempol Pleret kebanyakan, kuliner khas Solo jualan Bendo (55) itu ada tambahan cincau hitam dan cendol. Hal itulah yang menjadikan usaha yang dirintis ibunya pada 1960an itu terus ramai hingga sekarang.

Es Gempol Pleret Pak Bendo yang sudah jualan sejak 1960an. Foto: Khalim Mahfur

DI lapaknya itu, Bendo menjual es gempol pleret dengan harga yang cukup terjangkau, yakni Rp5 ribu saja. Bendo mulai berjualan dari pukul 9.00 sampai 15.00 WIB. Dalam sehari, ia bisa menjual sebanyak 40 porsi es gempol pleret.

-Advertisement-

Baca juga: Nikmatnya Selat Solo di Warung Mbak Lies yang Jadi Favorit Wisatawan

“Kebanyakan yang beli orang dewasa, anak-anak banyak yang nggak tahu dan kelihatane kurang suka. Ya ada satu, dua gitu, tapi jarang,” kata dia, Senin (6/6/2022).

Selain itu, dirinya juga sering mendapatkan pesanan dalam partai besar, untuk acara pernikahan dan beberapa acara lainnya.

Untuk gempol dan pleretnya, Bendo mengaku tidak memproduksi sendiri, melainkan mengambil dari keponakannya. Menurutnya, proses pembuatan gempol dan pleret memerlukan waktu yang sangat lama.

“Ini prosesnya lama. Jam 14.00 sudah mulai mroses sampai besok pagi. Jam 14.00 itu beras dijadiin tepung,  setelah ashar mulai didang (dikukus) lalu diuleni, dibuat tetelan nanti baru diparut lalu di cetak. Terus biasanya nyetake ya ba’da isya itu,” ujar Bendo.

Salah seorang pembeli, Ayas (24) mengaku baru pertama kali mencicipi es gempol pleret Pak Bendo.

Baca juga: Melihat Produksi Kompyang, Burger Jawa yang Diproduksi Mulai Dini Hari

“Kalau saya sih seneng ya. Maksudnya itu kan makanan khas Solo juga, seger juga nggak terlalu bikin kenyang. Rasanya sesuai sama makanan khas Jawa, ya kan manis-manis ya,” ujar mahasiswi S2 UGM jurusan PWK itu.

Selain itu, menurut Ayas, es gempol pleret Pak Bendo cukup murah dibandingan dengan es gempol lainnya.

“Kalau biasanya yang kosingan atau sama sagu mutiara aja, ini kok unik ada janggelan sama cendolnya. Harganya kalo menurutku ini murah banget ya, semangkuk Rp5 ribu. Ini kayanya di tempat lain nggak ada yang seperti ini,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER