31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Perbaikan Venue Asean Para Games Dikebut, Harus Bisa Selesai Maksimal 45 Hari

BETANEWS.ID, SOLO – Perbaikan di beberapa venue yang akan digunakan untuk perhelatan olah raga Asean Para Games (APG) XI harus dikebut. Sebab, dalam waktu maksimal 45 hari ke depan, perbaikan tersebut harus bisa selesai.

Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya pada Kementerian PUPR Essy Asiyah mengatakan, renovasi venue olah raga Asean Para Games harus selesai dalam dua minggu sebelum ajang tersebut digelar.

“Mudah-mudahan tanggal 15 itu sudah selesai, karena kita event ini kan 30 Juli ya. Jadi dua minggu sebelumnya kita harapkan selesai. Karena akan ada visit juga, paling nggak kalaupun ada perbaikan sedikit, ataupun ada pertambahan. Harapannya karena ini ada 7 atau 8 lokasi, ya kita tinggal manajemen pembagian pekerjaan biasa aja,” jelas Essy.

-Advertisement-

Baca juga : Gibran Resmi Terima Bendera ASEAN Para Games 2022

Menurut Essy, dari sejumlah venue yang digunakan tersebut, rata-rata hanya dilakukan perbaikan kecil. Hanya ada beberapa yang membutuhkan perbaikan besar. Seperti di venue tenis di Stadion Manahan dan juga lapanngan Sriwedari.

Adapun perbaikan yang dilakukan adalah melengkapi venue-venue tersebut dengan fasilitas yang dapat digunakan oleh para atet difabel. Menurut Essy, saat ini di vennue tersebut rata-rata memang belum tersedia.

Venue-venue yang digunakan antara lain, GOR Universitas Tunas Pembangunan (UTP), Gor Universitas Sebelas Maret (UNS), Stadion Sriwedari, Lapangan Kota Barat, Manahan Tennis Court, GOR FKOR UNS, Tirtonadi Convention Hall, GOR Sritex dan Stadion Jatidiri Semarang.

Dengan sisa waktu 45 hari, menurut Essy, tidak ada metode khusus yang dilakukan saat pengerjaannya. Menurutnya, pengerjaan akan dilakukan secara paralel dan dilakukan siang dan malam hari.

“Kita sudah mulai (pengerjaan), minimal kita sudah pembersihan dan orang-orangnya (pekerja) sudah kita mulai. Walaupun ngebut, kita kualitas harus prima, kualitas harus kita pertahankan, harus kita jaga,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa menambahkan, lokasi venue olah raga basket yang sebelumnya GOR RM Said Karanganyar diganti di GOR Sritex seperti pada saat APG tahun 2011. Sehingga, semua venue yang digunakan dalam perhelatan APG kali ini berada di Solo dan hanya satu yang berada di Semarang.

“Dan hari ini sudah mulai kerja, dan agar 40 hari ini efisien, efektif dan tanggal 15 Juli sudah tidak ada kerjaan lagi. Karena semuanya harus ready, tinggal nanti panitia lokal mendampingi kementerian, panitia pusatnya Pak Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) untuk mengecek langsung venue-venue yang sudah diperbaiki oleh Kementerian PUPR,” kata Teguh.

Baca juga : Solo jadi Tuan Rumah ASEAN Para Games 2022, Gibran jadi Ketua Penyelenggara

Selain itu, menurut Teguh, perizinan perbaikan sejumlah venue tersebut sudah selesai. Untuk itu, semua pekerjaan yang dilakukan harus terlapor secara administratif karena menggunakan uang negara.

“Artinya pekerjaan dilaksanakan, tetapi surat-surat administrasinya tetap harus berjalan. Karena ini menjadi momen penting, ini pakai duit negoro, iki bukan duit dewe (pakai uang negara, bukan uang sendiri), maka harus terlaporkan administrasinya dengan baik,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER