BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria bertopi tampak sedang menyemprotkan cairan ke kandang yang berada di Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Pemberian cairan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kini sedang marak. Pria tersebut yakni khunut (43), peternak kerbau.
Setelah selesai, ia pun bersedia berbagi informasi tentang peternakannya. Dia mengatakan, meski saat ini dibanjiri pesanan kerbau, ia tak berani stok banyak kerbau karena takut adanya penyakit tersebut.
“Karena maraknya PMK pada hewan ternak, sementara tidak berani datangkan kerbau dulu. Sementara yang ada di kandang kita jaga dan kita rawat, jangan sampai yang baru datang itu membawa virus dan menulari hewan yang ada di sini,” beber khunut kepada betanews.id, Rabu (25/5/2022).
Baca juga: Meski Ada PMK, Peternak Kerbau di Kudus Ini Justru Kewalahan Layani Orderan Hewan Kurban
Ia mengatakan, hewan kerbau yang sudah ada itu ia stok sejak pekan pertama setelah lebaran. Total yang ada di kandangnya itu ada 40 an ekor kerbau yang sudah laku semua.
“Alhamdulillah untuk kerbau yang ada di kandang ini sudah laku semua. Sementara kerbau ini masih kita rawat hingga pembeli menyuruh kita untuk kirim. Karena budaya pembeli sekarang itu tidak langsung dibawa pulang,” jelasnya.
Baca juga: Meski PMK Mewabah, Harga Ternak untuk Kurban di Kudus Malah Naik Tinggi
Banyaknya peminat itu, kata khunut, kebanyakan untuk acara hajatan, aqiqoh, maupun kurban. Sementara untuk harga kerbau yang dijualnya itu berkisar antara Rp22 juta hingga Rp27 juta.
“Untuk sementara ini, kerbau yang ada di kandang merupakan ukuran standar. Karena ukuran tersebut yang banyak diminati. Sedangkan untuk ukuran yang besar, jarang laku,” tandas Khunut.
Editor: Ahmad Muhlisin

