BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo menemui ratusan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Kudus, Selasa (12/4/202). Sekitar pukul 15.30 WIB, orang nomor satu di Kudus tersebut, bersama Ketua DPRD dan Kapolres Kudus menemui mahasiswa. Naik ke atas mobil bak terbuka, Hartopo berjanji menyampaikan aspirasi para mahasiswa Kudus kepada pemerintah pusat.
“Tentunya akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat tuntutan adik-adik mahasiswa ini,” kata Hartopo saat menemui mahasiswa.

Baca juga : Ratusan Mahasiswa di Kudus Turun ke Jalan, Tuntut Pemerintah Stabilkan Harga BBM dan Bahan Pokok
Dalam aksi yang berlangsung di sisi Utara Alun-alun Simpang 7 Kudus ini, mahasiswa Kudus yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menggugat (Amug) menyampaikan tiga tuntutannya. Pertama, menuntut pemerintah untuk menstabilkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Kedua, menolak kebijakan Menteri Keuangan untuk kenaikan PPN 11 persen. Ketiga, menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden tiga periode.
“Terkait kenaikan PPN 11 persen, serta penundaan pemilu itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. Jadi akan kita sampaikan ke pemerintah pusat tuntutan para mahasiswa ini,” ungkap Hartopo.
Kemudian, terkait kenaikan harga bahan pokok dan kelangkaan yang terjadi, Hartopo akan mengupayakan langkah terbaik. Salah satunya dengan operasi pasar dan mengecek harga bahan pokok di pasaran.
Sebenarnya, kata Hartopo, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengadakan operasi pasar. Saat melakukan pengecekan, harga bahan pokok yang naik telur dan tepung. Itu pun hanya naik beberapa persen saja, tidak langsung naik mahal. Di samping itu, masih adanya kelangkaan minyak goreng harga standar.
“Operasi pasar akan kembali kita lakukan nanti tapi kita perlu koordinasikan dulu dengan Dinas Perdagangan,” ungkapnya.
Aksi mahasiswa siang tadi dinilai Hartopo sangat kondusif. Pihaknya pun mengapresiasi aksi damai yang dilakukan mahasiswa.
Baca juga : Demo Mahasiswa di Depan Kantor Bupati Kudus Diwarnai dengan Pembakaran Spanduk
Dalam kesempatan ini pula, Hartopo menyempatkan diri duduk lesehan di tengah massa. Mahasiswa pun menyampaikan aspirasinya dengan suasana yang lebih santai. Setelah beberapa saat, perwakilan massa aksi menandatangani surat permintaan ke pemerintah daerah. Hartopo pun menyetujui dan langsung menandatangani tuntutan mahasiswa. Dilanjut persetujuan dari Kapolres dan Ketua DPRD Kudus.
Akhirnya aksi pun selesai pukul 16.00 WIB. Massa aksi juga mulai membubarkan diri. Begitu pula bupati bersama rombongan, mereka kembali ke Pendapa Kabupaten Kudus.
Editor : Kholistiono

