Curhat Ojol di Kudus, Babak Belur Karena Pertamax Naik dan Tarif Pengiriman Turun

BETANEWS.ID, KUDUS – Sekitar sepekan setelah pemerintah menaikan harga Pertamax, kini dampaknya pun mulai dirasakan warga Kudus. Di antaranya adalah mereka yang bekerja sebagai ojek online (ojol). Mereka merasa babak belur, dikarenakan sebelum harga Pertamax naik tinggi, mereka sudah dibikin susah dengan turunnya tarif pengiriman makanan.

Shodikin, salah satu Ojol Kudus mengatakan, dengan naiknya harga Pertamax sangat berdampak bagi penghasilan para ojol. Sebab, naiknya harga Pertamax itu tidak diimbangi dengan naiknya tarif dari pihak aplikator. Justru, menurutnya, tarif pengiriman makanan sejak sebulan lalu mengalami penurunan.

Beberapa pengemudi ojek online saat mangkal di salah satu lokasi di Kudus. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Harga Pertamax Naik Jadi Rp12.500, Warga: ‘Masyarakat Makin Tercekik’

-Advertisement-

“Kita ojol babak belur ini. Sebelumnya tarif turun, kini harga Pertamax malah naik tinggi,” ujar pria yang akrab disapa Dikin kepada Betanews.id, Rabu (6/4/2022).

Pria yang bekerja menjadi Ojol sejak 2017 itu menuturkan, sejak sekitar sebulan lalu, tarif pengiriman makanan turun dari yang semula Rp 7.200 menjadi Rp 6.400. Sedangkan diketahui bersama, sejak 1 April 2022 harga Pertamax naik jadi Rp 12.500 per liter dari yang semula Rp 9 ribu per liter.

“Sehingga itu jelas menyusahkan para ojol. Penghasilan kami berkurang drastis, padahal kami harus menghidupi keluarga dan anak sekolah,” ujar ayah dari dua anak tersebut.

Hal senada juga dikatakan oleh Ojol Kudus lainnya, yakni Janoko Dwi Hartanto. Dia mengatakan, keadaan para ojol makin susah, sejak harga Pertamax naik. Sebab, sekarang orderan sepi, selain itu tarif pengiriman dari pihak aplikator juga turun.

“Pusing ini mas. Orderan sepi, tapi pemerintah malah menaikkan harga Pertamax. Padahal tarif pengiriman makanan sebelumnya juga turun,” keluh Janoko.

Dengan naiknya harga Pertamax, ia mengaku lebih boros. Sebab ia harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk beli Pertamax. Jika biasanya untuk beroperasi cukup membeli Pertamax Rp 30 ribu, kini ia harus membeli Rp 50 ribu.

Baca juga : Harga Pertamax Naik, Warga Kudus Berbondong-bondong Pindah Pertalite

“Karena harga Pertamax naik dan orderan sepi, otomatis pendapatan turun drastis. Dulu saya sehari bisa mendapatkan Rp 140 ribu, sekarang sehari bawa pulang Rp 100 ribu itu susah banget,” terang warga Desa Sadang, Jekulo Kudus.

Dia berharap, agar harga Pertamax bisa turun lagi. Serta tarif pengiriman bisa naik lagi. Sehingga pendapatan para ojek online bisa kembali normal dan bisa untuk mencukupi kebutuhan.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER