Semangat Datangi Operasi Pasar Minyak Goreng, Warga Ini Kecewa Karena Ternyata Pakai Kupon

BETANEWS.ID, SOLO – Tak seperti biasanya, operasi pasar minyak goreng di Taman Cerdas Jebres, Kota Solo berlangsung tertib. Antrean warga terlihat teratur dan tidak ada kerumunan yang berebut mendapatkan kebutuhan pokok yang langka selama beberapa waktu terakhir itu.

Rupanya, warga yang membeli minyak goreng kemasan seharga Rp14 ribu per liter itu sudah dijatah ke kalangan tertentu. Hal tersebut diungkapkan oleh Lurah Jebres, Lanang Aji ketika ditemui di sela-sela kegiatan.

Lanang menyebut, pihaknya mendapat jatah 1.200 liter minyak goreng untuk didistribusikan kepada warganya. Karena terbatas, pihaknya melalui RT dan RW kemudian memeilih warga yang bisa membelinya.

-Advertisement-

Baca juga: Harga Minyak Goreng Langsung Menggila Sejak HET Dihapus

“Pemilihan kita sudah menginstruksikan ke Pak RT dan Pak RW untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bisa diprioritaskan untuk warga miskin atau lansia yang benar-benar membutuhkan,” papar Lanang.

“Kita pakai sistem kupon harapannya  kan tidak ada kerumunan dan kepastian yang mengambil. Dalam artian kepastian itu jumlahnya. Kalau tidak pakai kupon pasti yang datang ribuan, pakai kupon ini tentunya dasar kita kan kuota dari Dinas Perdagangan, 1.200 liter untuk 600 orang,” terangnya.

Lantaran tidak semuanya mendapatkan kupon, ada juga warga yang merasa kecewa. Salah satunya adalah Sabar (67) yang merupakan warga RT 03 RW 25 Kelurahan Jebres.

Saat ditemui Betanews.id, ia hanya duduk di seberang jalan Taman Cerdas sambil melihat operasi pasar tersebut. Ketika ditanya, ia mengatakan bahwa dari lingkungan RTnya hanya tiga orang saja yang mendapatkan kupon.

Baca juga: HET Dicabut, Stok Minyak Goreng Tiba-tiba Melimpah, Tapi Harganya Mahal

“Ya sebaiknya yang duluan dikasih jangan pilih-pilih. Yang dapat itu dari rumah tangga, saya cuman mantau dari sini, saya cuma lihat siapa yang dapat,” ujarnya.

Sebenarnya, Sabar ingin agar pembagian kupon tersebut dilakukan secara merata dan tidak pilih kasih.

“Saya nggak tanya ke RT, setiap hari cari minyak di Palur (Kabupaten Karanganyar) yang belanja anak saya, sehari-hari jualan jadi butuh minyak,” kata Sabar.

Sebagai pedagang makanan, Sabar mengaku sangat membutuhkan minyak goreng. Apalagi dengan langkanya minyak goreng beberapa saat lalu membuatnya sangat kesulitan.

“Saya dua liter bisa dua hari paling. Belinya di Palur, Indogrosir itu kan punya kartu member,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER