Coconut Sugar Rainafa, Produk Asal Kudus Ini Laris Manis di Pasar Mancanegara

BETANEWS.ID, KUDUS – Produk coconut sugar atau gula kelapa yang di buat oleh CV Hasil Barokah Mandiri (HBM) yang berada di Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus ini, ternyata laris manis di pasar Mancanegara. Meskipun di dalam negeri sendiri, produk dengan bran Rainafa tersebut belum cukup terkenal.

Pabrik gula kelapa satu-satunya di Kudus ini bahkan sudah menyasar 11 negara di belahan dunia. Bahkan, dalam waktu dekat ini akan membuka pabrik retail di Hongaria dan Australia.

Baca juga : Biola Bambu dari Lereng Muria Sukses Tembus Pasar Mancanegara

-Advertisement-

Alasan lebih memilih menjual produk ini ke luar negeri ketimbang ke dalam negeri, menurut Marketing Internasional CV Hasil Barokah Mandiri (HBM), Husein Zahir (23), karena peminat gula kelapa ini lebih banyak warga asing daripada warga lokal.

Hal itu juga dipengaruhi, karena harga gula kelapa terbilang mahal dibandingkan harga gula tebu pada umumnya.

“Penjualanya lebih banyak di luar negeri, karena gula kelapa ini sangat cocok bagi masyarakat yang ingin pola gaya hidup sehat atau healthy life. Dan kesadaran untuk menerapkan healthy life belum begitu tinggi di Indonesia. Sehingga, lebih menyasar market luar negeri,” ujarnya.

Lalu untuk bahan pembuatanya sendiri, Husein mengaku, menggunakan 100 persen nira pohon kelapa organik.

“Kita menggunakan nira kelapa organik, jadi tidak ada bahan campuran apapun, bahkan untuk penyaringan kita lakukan 2 kali untuk mendeteksi bahwa tidak ada bahan atau benda selain gulanya,” ucapnya, Selasa (01/03/22).

Tidak butuh waktu lama, lanjut Husein, untuk menyasar market Internasional, Coconut Sugar Rainafa hanya membutuhkan waktu setahun. Didirikan sejak 2016 silam, kini CV HBM bisa mengirim 150 sampai 200 ton gula kelapa tiap tahunnya.

“Pas pandemi malah permintaan naik, karena ada panic buying dan mereka pilih yang healthy life,” tambahnya.

Baca juga : Produk Anyaman Pandan dari Desa Tergo Ini Tembus Pasar Jerman dan Palestina

Sementara untuk di Indonesia, pemasarannya tidak cukup banyak. Husein mencontohkan, ada beberapa minimarket yang dijadikan sasaran market, seperti di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.

“Dalam negeri kurang minat, masih kebanyakan belum tahu coconut sugar,” katanya.

Kemudian, pertimbangan harga juga dinilai menjadi faktor mininmnya peminat gula kelapa di Indonesia. Untuk 250 gram gula kelapa sendiri dipatok seharga Rp 24 ribu. Sedangkan gula tebu untuk 1 kilogramnya sekitar Rp 18 ribu.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER