31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Produk Anyaman Pandan dari Desa Tergo Ini Tembus Pasar Jerman dan Palestina

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita terlihat sedang menjemur daun pandan yang sudah dibersihkan durinya di sebuah rumah Desa Tergo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Sambil menatanya agar tak saling bertumpuk, ia terlihat berbincang-bincang dengan wanita lain yang sedang menganyam daun kering berwarna coklat muda itu. Tak jauh dari sana, seorrang pria tampak meneliti hasil anyaman yang sudah dijahit menjadi peci. Pria tersebut adalah Aris Sutopo pemilik usaha Cak Peter (pemuda peci tergo).

Di sela-sela aktivitasnya itu, Sutopo mau berbagai cerita kepada betanews.id soal usaha anyaman pandan yang kini punya pelanggan hingga Jerman itu. Dalam penjelasannya, Cak Peter merupakan suatu komunitas yang ingin melestarikan kerajinan anyaman pandan khas Desa Tergo. Gerakan ini, lanjut dia, bertujuan sebagai wadah pemersatu golongan muda dan tua untuk melestarikan anyaman pandan.

Salah satu warga sedang membuat peci anyaman pandan di Desa Tergo. Foto: Kartika Wulandari.

Selain itu, ia juga menggerakkan warga desa untuk menanam pandan di sekitar rumah dan beberapa lahan yang kosong.

-Advertisement-

Baca juga: Kualitas Tak Diragukan, Peci Karung Goni Buatan Nunung Ini Tembus Pasar Mancanegara

“Kami mencoba menaikan harga kerajinan pandan, agar di masa pandemi saat ini, keadaan ekonomi Desa Tergo bisa terus meningkat”, jelasnya, Kamis (11/03/2021).

Karena punya tujuan meningkatkan ekonomi, dalam pembuatannya Sutopo melibatkan semua masyarakat Desa Tergo. Mulai dari mengeringkan pandan, menganyam, menjahit, hingga bagian pemasaran.

“Proses pengeringan daun pandan membutuhkan waktu hingga satu minggu jika musim hujan, tetapi jika musim kemarau kurang dari satu minggu sudah kering,” tambah Sutopo.

Dalam pembuatan kerajinan pandan, komunitas Cak Peter telah membuat berbagai inovasi. Antaranya peci pandan, sandal pandan, tas pandan, dan nampan. Lalu harga yang ditawarkan pun cukup beragam mulai Rp 40 ribu hingga Rp 200 ribu.

Baca juga: Toko Ena Collection, Pusatnya Sandal Karakter di Kudus

Setelah dirintis sejak April 2020 lalu, produk buatan Cak Peter kini sudah merambah hingga negara Jerman dan Palestina. Serta sudah dikirim ke berbagai kota di Indonesia.

“Untuk produk sandal anyaman pandan sudah pernah dikirim ke salah satu hotel di Jerman,” ungkapnya.

Untuk penjualanya, Sutopo menjual melalui media sosial Facebook @Cakpeter dan di Whatsapp 0858 7625 7115.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER