31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Kopi Bersamamu, Kedai dengan View Persawahan yang Lagi Hits di Semarang

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kini warga Kota Semarang tak perlu jauh-jauh mencari tempat tongkrongan yang unik. Di Jalan Krajan Utara No 8B, Desa Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang terdapat Kedai Kopi Bersamamu yang lagi hits.

Kedai Kopi Bersamamu bisa menjadi salah satu tempat rekomendasi untuk libur akhir pekan. Selain untuk kulineran, di tempat tersebut juga bisa mengabadikan momen di tengah sawah.

Pelanggan tampak memasuki di Kopi Bersamamu yang lagi hits di Semarang. Foto: Dafi Yusuf

Pengelola sudah menyediakan lokasi untuk berfoto-foto di tengah sawah yang lokasinya tak jauh dari kedai. Konsepnya dibuat layaknya desa tradisional dan terbuka. Wisatawan bisa menikmati kopi dan makanan di tengah sawah.

-Advertisement-

Baca juga: Resto Tombo Sawah, Destinasi Kuliner Baru di Undaan yang Tawarkan View Persawahan

Food and Beverage Manager (FBM) Kopi Bersamamu, Dimas Triaga mengatakan, Kopi Bersamamu sebenarnya baru berdiri sejak delapan bulan yang lalu.

“Meski baru, pengunjungnya sudah banyak. Paling banyak bisa sampai 60 pengunjung dalam satu hari,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (19/2/2022).

Untuk menu makanan yang disediakan pun juga makanan khas desa, seperti sayur bening dan nasi Rp6.000, sayur santan, tumis, dan nasi Rp7.000. Kemudian ada iwak banyu Rp6.500, telur dadar Rp5.000, tempe tahu Rp1.500.

“Selain itu ada sate kambing 5 tusuk Rp25.000, gulai 1 mangkuk Rp20.000, nasi putih Rp4.000, nasi daun jeruk Rp5.000, krengsengan kambing Rp25.000, dan ayam goreng Rp8.000,” rincinya.

Baca juga: Kopi Blirik, Tempat Ngopi Asyik di Tengah Sawah yang Lagi Hits di Semarang

Selain menikmati kulineran dan spot foto di sawah, pengunjung juga bisa melihat peternakan kambing, ikan, dan kelinci secara gratis di dekat kedai tersebut.

“Jadi memang kita konsep semi-semi ada peternakan juga. Jadi pelanggan juga bisa lihat-lihat binatang,” katanya.

Salah satu spot foto di Kopi Bersamamu yang lagi hits di Semarang. Foto: Dafi Yusuf

Dia menggabungkan usaha peternakan dan pertanian serta kuliner karena untuk menghemat biaya pengeluaran. Dengan adanya bisnis kedai, usahanya yang lain bisa ikut menopang.

Baca juga: Tandor Space, Kafe Berkonsep Urban Farming di Semarang yang Harganya Cocok untuk Pelajar

“Pasalnya usaha pertanian, biaya terbesar ada pada biaya pupuk dan obat-obatan, sementara untuk peternakan, biaya terbesar ada di pakan,”imbuhnya.

Dia menceritakan, dari pertanian bisa untuk pakan ternak, dan dari ternak bisa untuk pembuatan pupuk pertanian. Menurutnya, ini adalah kearifan lokal, seperti kehidupan orang desa.

“Hasil dari pertanian dan peternakan untuk menyuplai kebutuhan warung,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER