BETANEWS.ID, SEMARANG – Tak ada yang menyangka jika Jamu Jun Wijoyo yang terletak di Jalan Lampersari Raya, Lamper Kidul, Kota Semarang merupakan minuman yang pernah disajikan untuk pejuang kemerdekaan.
Penjual Jamu Jun, Retno Asih (35) mengatakan, Jamu Jun merupakan resep yang dia peroleh dari neneknya yang bernama Ruliyah.

Sebelum berjualan di Semarang, neneknya sempat berjualan keliling di sekitar Keraton Yogyakarta. Cerita yang dia peroleh, neneknya juga pernah menjadi abdi dalem di keraton.
Baca juga : Bisnis Jamu di Semarang Gandeng Warga yang Kena PHK untuk jadi Reseller
“Kalau saat masa perjuangan, nenek saya masih di keraton. Jamu Jun ini diminum untuk para pejuang kemerdekaan dan keluarga keraton. Jadi bisa untuk obat juga dengan Jamu Jun,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Kamis (17/2/2022).
Sudah puluhan tahun Retno menjalankan bisnis warisan sang nenek, Jamu Jun Wijoyo yang kini telah memiliki pelanggan dari berbagai daerah. Salah satunya, seorang pelanggan yang kini telah tinggal di Singapura.
“Setiap kali pulang ke Semarang, ia selalu menyempatkan diri untuk mampir ke warung Jamu Jun milik kami,” katanya.
Bahkan, pelanggan yang berasal dari Singapura itu pernah menyuruh pelayannya untuk datang ke lokasi dia jualan langsung dari Singapura.
“Jadi dia langsung menyuruh pelayanannya terbang dari Singapura ke tempat saya,” imbuhnya.
Baca juga : Jamu Coro, Minuman Khas Demak Ini Laris Manis Saat Pandemi
Dalam satu hari dia bisa menjual 100 mangkuk Jamu Jun. Satu porsi Jamu Jun ia banderol dengan harga Rp 6 ribu. Warung Jamu Jun miliknya buka dari pukul delapan pagi hingga setengah empat sore.
“Dari dulu resepnya tak pernah berubah. Ada 20 campuran rempah,” paparnya.
Editor : Kholistiono

