Menikmati Senja di GWK Sembari Menyaksikan Joget Bumbung, Tari Pergaulan Masyarakat Bali

BETANEWS.ID, BALI – Sore itu di Lotus Pond Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bukit Unggasan, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, begitu ramai. Di tanah lapang yang dikelilingi tebing kapur, seorang perempuan dengan pakaian kebaya bersabuk dan ocer tampak meliuk indah mengikuti irama gamelan. Tangan gemulai dan bola matanya juga ikut menari sesuai irama. Itu adalah pertunjukan Tari Joget Bumbung, tari pergaulan bagi masyarakat Bali.

Para penonton yang merupakan wisatawan pun dibikin terkesima pertunjukan tari tradisional Bali tersebut. Setelah menyelesaikan satu sesi tari Bumbung. Sang penari pun menghampiri penonton duduk di tangga naik untuk diajak menari. Satu perempuan muda wisatawan lokal pun antusias ikut menari.

Beberapa wisata ikut Joget Bumbung di kawasan Garuda Wisnu Kencana Bali. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Menikmati Senja di Pantai Glagah Wangi Istambul yang Dikunjungi Ribuan Pengunjung Tiap Pekan

-Advertisement-

Meski awalnya agak kikuk, perempuan yang ikut menari itu pun kemudian terlihat luwes mengikuti gerakan sang penari. Bahkan perempuan berhijab hitam tersebut pun tak canggung untuk menggoyang pinggulnya mengikuti irama gamelan khas Bali tersebut.

Setelah itu, kemudian secara bergantian para penonton pun turun ke arena untuk mengikuti menari Bumbung. Tak lupa mereka juga meminta kerabat atau temannya untuk mengabadikan momen para wisatawan yang ikut menari Bumbung.

Setelah 30 menit pertunjukan, tari Bumbung pun berakhir. Di akhir acara, Guest Service Taman Budaya GWK yakni I Made Dwija (45) sudi berbagi penjelasan tentang Tari Bumbung. Dia mengatakan, Tari Joget Bumbung merupakan satu di antara tari tradisional Bali. Tari Bumbung adalah tari pergaulan di Bali.

“Tari Bumbung adalah tari pergaulan masyarakat Bali yang diiringi oleh alat musik bambu. Disebut tari pergaulan, karena penonton boleh ikut menari di arena. Bahkan sang penari itu mengajak penonton untuk menari joget Bumbung,” ujar I Made Dwija kepada Betanews.id beberapa hari yang lalu.

Dia mengatakan, Tari Joget Bumbung diciptakan para leluhur di Bali sudah sejak dulu. Biasanya Tari Joget Bumbung dipentaskan di acara sosial kemasyarakatan. Di antaranya acara pernikahan, pada musim panen dan hari raya.

“Biasanya setiap acara pernikahan di Bali pasti ada pertunjukan Tari Joget Bumbung. Pas panen padi di sawah biasanya juga dipertunjukan Tari Joget Bumbung,” jelasnya.

Baca juga : Eloknya Pantai Blebak Jepara yang Bikin Banyak Orang Tak Ingin Cepat-Cepat Pulang

Dia menuturkan, gelar Tari Joget Bumbung di Lotus Pond GWK dipentaskan setiap hari. Mulai pukul 16.30 sampai pukul 17.00 WIB. Tujuan dari pertunjukan tersebut untuk menghibur para wisatawan, sekaligus memperkenalkan budaya tari Bali kepada para pengunjung.

“Tari Joget Bumbung ini tari pembuka. Sebab setelah ini, di Lotus Pond nanti ada pertunjukan tari lagi yakni Tari Kecak Bali,” terangnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER