Terobosan Baru, Kejurda AKTI 2021 di Kudus Gunakan Aplikasi Penjurian Agar Transparan

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan kaus hitam dengan logo Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) Indonesia di dada sebelah kiri tampak sedang sibuk menyapa tamu. Ia adalah Fransiskus Adityas, Wakil Ketua DPC AKTI Kudus. Di sela-sela kesibukannya, pria yang akrab disapa Adit itu menjelaskan, bahwa pada Kejurda AKTI Jawa Tengah yang digelar di Kudus tahun ini berbeda dengan sebelumnya.

Menurutnya, ada terobosan baru pada pelaksanaan di 2021 ini. Yakni penggunaan aplikasi saat penjurian. Bahkan, penjurian yang dilaksanakan di SMP Kanisius Kudus itu dapat disaksikan langsung para peserta melalui kanal youtube Kungfu Indonesia.

“Teknis penjurian menggunakan sistem komputerisasi, dari tim IT AKTI DPD Jawa Tengah, Sifu Reza, membuat aplikasi untuk penjurian. Juri tinggal klik nanti ketika penjurian atlet selesai, tinggal submit akan keluar angka,” terangnya, Jumat (17/12/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Kudus Sabet 10 Emas di Kejurda Kungfu, Valerie: ‘Bangga, tapi Masih Harus Ditingkatkan Lagi’

Dengan demikian, proses penjurian menjadi lebih trasparan. Penjurian tersebut dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 17 hingga 19 Desember 2021.

Sementara itu, Sekretaris DPC AKTI Kudus Soejatno menambahkan, ada tujuh juri yang memberikan penilaian di sana. Mereka dari Kudus, Magelang, Wonosobo, dan Semarang.

“Penjurian menggunakan aplikasi ini sangat bagus. Hal ini bisa menjadi pionir untuk mengawal kejuaraan-kejuaraan selanjutnya,” tambahnya.

Ketua DPC AKTI Kudus, Valerie Yudistira Pramudya menambahkan, meski baru 17 hari AKTI Kudus lahir, namun respon dari atlet dan orangtua atlet sangat luar biasa. Menurutnya, para atlet di Kudus memiliki kemampuan finansial yang berbeda-beda. Sehingga AKTI Kudus hadir untuk memfasilitasi para atlet yang kkurang secara finansial.

Baca juga: Kejurda AKTI Jateng Diikuti 84 Atlet Kungfu dengan 198 Jurus

“Karena atlet di Kudus ini memiliki kemampuan finansial yang berbeda meski memiliki kemampuan dan peluang berprestasinya sama. Di sinilah ironisnya, mereka butuh dukungan dan difasilitasi. Kami AKTI Kudus hadir agar para atlet bisa lebih terkoordinir dan lebih berprestasi pada ajang aliran Kungfu Indonesia,” tambah owner Sidji Coffee itu.

Diketahui, Kabupaten Kudus berhasil meraih 10 emas dalam Kejurda Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) Jawa Tengah 2021. Hal itu tentu membuat DPC AKTI Kudus merasa bangga, karena sebelumnya hanya menargetkan dua emas saja.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER