Sungai di Desa Kesambi Kudus Dipenuhi Sampah Bambu

BETANEWS.ID, KUDUS – Hujan deras yang mengguyur Kota Kretek pada Kamis (4/11/2021) malam, mengakibatkan Sungai di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, dipenuhi dengan kiriman sampah bambu, sehingga menumpuk di bawah jembatan.

Kepala Desa Kesambi Masri mengatakan, pemandangan seperti itu sering terjadi setiap tahunnya. Wilayah Desa Kesambi yang berada di bawah, menjadi tempat berkumpulnya sampah-sampah dari wilayah atas, khususnya dari lereng Gunung Muria.

Sungai Desa Kesambi dipenuhi sampah bambu. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : Mengerikan, Sungai di Kudus Ini Dipenuhi Sampah Pasca-Banjir

-Advertisement-

“Ini air kiriman dari lereng Gunung Muria. Kesambi ini letaknya paling bawah, paling rendah, jadi larinya ke sini,” katanya saat dimintai keterangan, Jumat (5/11/2021).

Hujan deras semalam, cerita Masri, terjadi sekitar pukul 20.00-22.00 WIB. Hujan lebat disertai angin kencang, membuat sungai di Desa Kesambi yang panjangnya sekitar 5 kilometer tersebut hampir penuh. Hanya tersisa 30 sentimeter saja, air bercampur sampah dan lumpur tersebut bisa meluap ke pemukiman warga.

Meski demikian, tadi malam pihaknya bersama warga sekitar tetap waspada bila sewaktu-waktu banjir datang.

“Keadaan seperti ini di Kesambi setiap tahun pasti ada. Pas di Bulan November, Desember, Januari, Februari, kita siaga 1, full siaga. Karena banjir ini datangnya tidak tahu kapan. Kadang tengah malam, makanya kita selalu siaga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Masri menceritakan, banyak sampah bambu yang tersangkut di bawah jembatan. Terlebih di jembatan 1-4 yang berada di RW 1 dan RW 3 Desa Kesambi.

Keadaan diperparah dengan sedimentasi sungai yang semakin tinggi. Membuat lebar sungai semakin menyempit.

Menurutnya, pihak Pemdes Kesambi telah berkoordinasi dengan Pemkab Kudus serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Tengah, untuk meminta bantuan alat berat untuk membersihkan sampah yang ada di sungai secepatnya.

“Ini harus segera, paling nggak minggu ini memang harus segera diangkut (sampahnya). Harapan kami, alatnya cepat datang, langsung kita kerjakan (pembersihan sungai),” terangnya.

Katanya tahun 2020 lalu, pernah ada normalisasi sungai. Hanya saja, panjang sungai yang dinormalisasi 1 kilometer. Sedangkan tahun 2021 ini belum ada normalisasi sungai lagi.

Baca juga : Ratusan Hektare Sawah di Temulus Kudus Masih Terendam Banjir

Pihaknya pun berharap, agar normalisasi sungai kembali dilakukan di sepanjang sungai di Kesambi ini. Di samping itu juga, perlu adanya redesain pilar jembatan yang posisinya di tengah.

“Harus segera dibongkar dan diperbaruai pilarnya. Supaya sampah bisa jalan. Kalau dua-duanya dijalani, Insya Allah aman,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER