31 C
Kudus
Rabu, April 21, 2021
Beranda KUDUS Ratusan Hektare Sawah...

Ratusan Hektare Sawah di Temulus Kudus Masih Terendam Banjir

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang tampak nganco atau branjang ikan di Sungai Jratunseluna 1, Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Di sebelah selatan dan utara sungai tersebut, tampak ratusan hektare area persawahaan desa tersebut yang masih tergenang air, meski banjir di wilayah Kudus yang lainnya sudah surut dan tuntas sekitar dua pekan yang lalu.

Kepala Desa Temulus yakni Suharto mengatakan, meski hampir seluruh wilayah Kudus yang tadinya kebanjiran sudah tuntas sekitar dua pekan yang lalu, namun ratusan hektare area persawahaan di desanya masih terendam banjir. Menurutnya, sudah berbulan – bulan area persawahaan tersebut kebanjiran.

Baca juga : Mengerikan, Sungai di Kudus Ini Dipenuhi Sampah Pasca-Banjir

“Banjir di area persawahaan itu sejak Bulan Desember 2020 sampai sekarang masih terendam. Kalau dulu pas intensitas hujan tinggi, malah tidak hanya area persawahaan saja, tapi pemukiman warga juga kebanjiran,” ujar Suharto kepada Betanews.id, Jumat (5/3/2021).

Dia mengatakan, saat ini semua area persawahaan di Desa Temulus masih terendam banjir. Total ada sekitar 221 hektare, dengan berbagai macam tanaman. Ada yang ditanami tebu, padi serta ada yang dibikin kolam atau tambak untuk budi daya ikan. Namun, karena banjir yang sudah tiga bulan tak kunjung surut, ratusan hektare sawah tersebut belum bisa dimanfaatkan.

“Bahkan yang sudah ditanami tebu itu tidak bisa dipanen. Sebab, habis diserang hama tikus,” ungkapnya.

Di pun menjelaskan, ratusan hektare area persawahaan yang terendam banjir tersebut, ada 60 hektare tanaman tebu, ada juga yang dimanfaatkan di sektor perikanan. Serta yang 45 hektare ditanami padi. Dia mengaku, tak bisa mengkalkulasi secara pasti kerugian akibat banjir tersebut. Namun, yang agak jelas kerugiannya sawah yang ditanami padi.

“Kalau yang ditanami padi itu kerugiannya sekitar Rp 5 juta per hektare, total sekitar Rp 225 Juta. Namun, memang ada beberapa petani yang ikut asuransi, sehingga mereka dapat ganti rugi,” bebernya.

Baca juga : Banjir Rendam Ratusan Hektare Tanaman Padi di Karangrowo, Kerugian Capai Rp 4,5 Miliar

Dia mengatakan, banjir di area persawahaan tersebut masih lumayan tinggi, bahkan ada yang lebih dari satu meter. Banjir yang tak kunjung surut itu kata dia, dikarenakan area persawahaannya ledok dan jadi totokan air. Meski tak kunjung surut, dia mengaku warganya sudah mempersiapkan untuk tanam lagi. Sebab biasanya musim tanam padi warga Temulus itu awal Bulan April.

“Semoga saja cuacanya terang dan banjir di area persawahaan kami segera surut, dan sawah segera bisa ditanami. Sebab andalan kami hanya cuaca, agar banjir tersebut bisa segera surut. Kalau disedot pakai pompa kayaknya kok mustahil,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
36,004PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler