31 C
Kudus
Rabu, April 21, 2021
Beranda KUDUS Mengerikan, Sungai di...

Mengerikan, Sungai di Kudus Ini Dipenuhi Sampah Pasca-Banjir

BETANEWS.ID, KUDUS – Gorong – gorong yang mempertemukan antara Sungai Piji dan Sungai Jratunseluna tampak tersumbat sampah yang jumlahnya begitu banyak dan memanjang hingga memenuhi totokan Sungai Piji. Panjang tumpukan sampah terlihat ratusan meter dan yang paling dekat gorong tampak menggumpal dan padat bercampur lumpur. Tumpukan sampah tersebut sangat merisaukan warga Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Ditemui di balai desa, Kepala Desa Kesambi yakni Mukhamad Masri menuturkan, warganya sangat risau dengan keberadaan sampah yang menumpuk di pertemuan dua sungai tersebut. Bahkan, dia mengaku selama ini dikejar – kejar oleh warganya yang menanyakan tentang penyelesaian sampah tersebut.

Aliran Sungai Piji dipenuhi sampah. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Rumpun Bambu di Tepi Sungai Piji Jadi Penyebab Banjir di Desa Tenggeles

“Saya itu dikejar – kejar terus sama wargaku. Siang – malam ditangisi warga menanyakan penyelesaian masalah sampah menumpuk tersebut. Jadi warga saya itu penuh dihantui dengan ketakutan,” ujar pria yang akrab disapa Masri kepada Betanews.id, Rabu (24/2/2021).

Dia mengatakan, selama ini sampah yang menumpuk tersebut menjadi momok yang menakutkan bagi warganya. Sebab jika tidak dibersihkan, saat intensitas hujan tinggi dan arus air Sungai Piji deras dan melimpah bisa sangat membahayakan. Bila arus terhambat air pun meluap.

Kalau meluap di area persawahaan, maka yang kebanjiran sawahnya dan tidak bisa ditanami. Sedangkan jika arus Sungai Piji yang terhambat sampah itu melimpas di pemukiman warga, maka rumah warganya yang akan kebanjiran.

“Jadi wajar jika kami itu sangat risau dengan keberadaan tumpukan sampah itu. Saat musim penghujan seperti saat ini bahaya mengintai kapan saja. Satu sawah kami tidak bisa digarap. Saat malam waktunya tidur dan terjadi hujan deras, kami ngeri talut Sungai Piji jebol dan banjir,” bebernya.

Dia berharap ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut. Sebab sampah yang menumpuk itu sudah begitu banyak. Sampah sudah memenuhi lebar sungai. Panjang sampah sekitar 200 meter dengan ketebalan dua meter. Menurutnya, pembersihan sampah tersebut merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Saya berharap BBWS segera membersihkan tumpukan sampah tersebut. Sebab pembersihan itu harus pakai alat berat agar cepat dan maksimal,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, sebenarnya tumpukan sampah itu sering terjadi. Pada Bulan November 2020 ada tumpukan sampah dan sudah dibersihkan oleh pihak BBWS. Bulan Desember 2020 dilakukan normalisasi oleh pihak Pemerintah Kabupaten Kudus sepanjang satu kilometer. Hasilnya pada Bulan Januari itu intensitas hujan tinggi dan tidak ada limpasan air sungai sama sekali.

“Itu pada awal – awal. Namun karena air sungai itu juga membawa beragam sampah dan terjadi penumpukan, hujan berikutnya sudah mulai ada air yang melimpas melalui atas jembatan, ungkapnya.

Baca juga : Tanggul Sungai Piji Jebol Akibat Banjir, Warga Kesambi Kudus Tak Sempat Selamatkan Barang Berharga

Dia pun mengaku selama ini sudah beberapa kali mengajukan pembangunan ulang gorong – gorong dengan desain yang baru. Sebab kata dia, jika desain gorong tidak diubah, masalah tumpukan sampah itu akan terulang terus menerus. Andai tumpukan sampah tersebut dibersihkan tapi desain gorong – gorong tidak diubah, maka dalam waktu sebulan akan terjadi tumpukan sampah lagi.

“Saya sudah mengajukan redesain gorong – gorong itu dua kali tapi belum ada realisasi dari pihak yang berwenang. Semoga tahun ini bisa terealisasi. Sebab tumpukan sampah terjadi, bahaya banjir selalu mengintai kami saat intensitas hujan tinggi,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
36,004PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler