BETANEWS.ID, KUDUS – Gundukan lumpur tampak masih melapisi jalan dan lantai beberapa rumah warga di Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Beberapa warga terlihat sedang sibuk membersihkan lantai dari lumpur, serta jalan agar tidak licin ketika dilewati. Itulah gambaran sisa – sisa banjir akibat talut Sungai Piji yang terbawa air.
Ditemui di antara warga, Kepala Desa Tenggeles yakni Amin Santosa (52) menuturkan, banjir pada Sabtu (9/1/2021) malam itu diakibatkan curah hujan tinggi, serta kiriman air dari hulu. Saking banyaknya, arus Sungai Piji jadi deras sehingga menggerus satu rumpun bambu ke tengah sungai. Yang berakibat air sungai terhambat dan menjebol talut, sehingga air membanjiri pemukiman warga.
Baca juga : Krane Sulit Masuk, Tanggul Jebol di Tenggeles Diperbaiki Manual
“Banjir menggenangi sekitar 70 rumah warga. Banjir terjadi hanya beberapa jam saja, setelah curah hujan turun dan tidak ada kiriman air dari atas langsung surut. Yang tersisa kini tinggal lumpurnya,” ungkap pria yang akrab disapa Amin kepada Betanews.id, Minggu (10/1/2020).
Pria yang menjabat kepala desa dua periode itu mengatakan, bahwa talut Sungai Piji yang melintasi desa yang dipimpinnya itu sudah rapuh. Sebab, bangunan tersebut sudah lama dan usang. Menurutnya, talut Sungai Piji dibangun terakhir pada tahun 2008 dan sampai sekarang belum dibangun lagi. Hanya, kemarin itu ada perawatan yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana di beberapa titik, termasuk pemasangan bronjong.
“Harapannya, Sungai Piji dinaturalisasi dan talut dibangun agar makin kuat. Ya biar kami tidak was – was kala ada hujan deras,” bebernya.
Disinggung apa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, dia menjawab, banjir akibat talut jebol terbawa arus pernah terjadi pada tahun 2014. Lokasinya juga di tempat yang sama.
Baca juga : Tanggul Sungai Desa Tenggeles Jebol 7 Meter, Rumah Warga Terendam Banjir
“Karena memang di lokasi tersebut seperti totokan air, karena sungai agak berbelok. Sehingga, jika debit air tinggi dan arusnya deras sangat rawan jebol.Talut atau pondasi sungai yang jebol itu panjangnya sekitar 10 meter. Sekarang lagi proses pembuatan talut darurat. Semoga saja bisa kelar hari ini,” tutup Amin.
Di lokasi, terlihat talut yang jebol dan terbawa arus mulai ada pengerjaan. Relawan dari TNI, Polri, BPBD Kudus, BBWS Pemali Juana, tim PSDA serta warga bekerja sama untuk membuat tanggul darurat di Sungai Piji. Beberapa dump truk berisi tanah juga tampak hilir mudik ke lokasi bencana. Beberapa warga sekitar pun tampak mengirim nasi, roti dan beberapa camilan untuk para relawan.
Editor : Kholistiono

