BETANEWS.ID,KUDUS – Beberapa warga Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus bersama tim rescue BPBD Kudus bahu membahu mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Beberapa di antaranya gotong royong menyelamatkan harta benda ke tempat yang lebih tinggi yakni masjid. Di samping masjid tampak seorang pria memakai kaus bersandar sambil bermuram durja. Pria tersebut bernama Nor Adianto satu di antara korban banjir yang tidak sempat menyelamatkan harta bendanya.

Kepada betanews.id, Nor Adianto menceritakan musibah yang menimpanya tersebut. Di mengatakan, banjir yang melanda Desa Kesambi terjadi begitu cepat. Hujan deras sejak malam mengakibatkan Sungai Piji yang melintasi desanya meluap dan menjebol tanggul sungai. Karena kejadiannya sangat cepat, beberapa warga termasuk dirinya tidak sempat menyelamatkan harta bendanya.

“Kejadiannya sangat cepat kok. Dan air itu begitu cepat menenggelamkan rumah saya dan warga lain. Saya juga tidak sempat menyelamatkan barang – barang di rumah. Termasuk barang – barang elektronik, seperti televisi dan kulkas, kipas dan lainnya. Semuanya basah terendam banjir,” ungkap Nor Adianto yang juga Ketua RT 1 RW 5 Desa Kesambi.
Nor menambahkan, selain barang elektronik, perabotan rumah tangga tidak terselamatkan. Pakaian, ranjang, peralatan dapur, semua terendam. Tapi dia tetap bersyukur semua anggota keluarganya selamat semua dan berharapa banjir saat ini tidak ada korban jiwa.
Dia berharap, pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten mencari solusi, agar banjir tidak menimpa desanya terus menerus. Soalnya, banjir ini yang kedua kali pada tahun ini, sehingga bisa dibilang desanya itu langganan banjir.
Senada dengan Nor Adianto, Mahmudi korban banjir lainnya mengatakan, rumahnya terendam sekitar 1,2 meter. Kira – kira sedada orang dewasa. Dirinya juga mengaku tidak sempat menyelamatkan beberapa barang berharganya. Karena kejadiannya yang sangat cepat.
“Kalau televisi masih bisa terselamatkan, tapi kulkas dan barang – barang lainnya tidak terselamatkan. Semoga saja lekas surut banjirnya,” harap Mahmudi sambil berjalan ke rumahnya mau menunjukan ketinggian air di rumahnya.
Editor : Kholistiono

