31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Agar Produksi Terus Jalan dan Karyawan Tetap Bertahan, Yanto Harus Jual Aset Ratusan Juta

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan rebana atau terbang yang masih setengah jadi nampak menumpuk di bagian depan rumah milik Sugiarto (42), Owner Istana Beduk, yang berada di Desa Kedungsari RT 5 RW 4, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Sugiarto, atau yang lebih akrab disapa Yanto itu mengatakan, jika dirinya terpaksa harus menumpuk ribuan rebana saat pandemi ini. Hal itu dilakukannya, karena sejak pandemi ini penjualan rebana turun drastis, hingga 90 persen.

Aktivitas pembuatan rebana di tempat Sugiarto Desa Kedungsari, Kudus. Foto: Kaerul Umam.

Baca juga :Melihat Usaha Bedug dan Terbang di Kudus, Cuma Bisa Produksi Tak Bisa Menjual Saat Pandemi

-Advertisement-

Meski permintaan turun drastis, namun dirinya mengaku tetap produksi. Hal itu, agar karyawannya tetap bisa bekerja.

Dengan kondisi seperti itu, dirinya terpaksa harus berbagai aset yang dimiliki agar bisa tetap produksi. Di antaranya, satu unit bus medium, mobil pribadi dan juga motor telah dia jual. Katanya, total aset yang dijualnya mencapai ratusan juta.

“Yah, ini demi mempertahankan pekerja inti saya dan mempertahankan usaha ini. Sebenarnya sudah tidak kuat lagi kalau bertahan terus menerus. Namun, mau gimana lagi. Nanti kalau produksi ini saya hentikan, suatu saat kalau produksi ini membutuhkan pekerja, malah saya yang repot. Jika para pekerja ini nantinya sudah bekerja di tempat lain, susah jika menariknya kembali,” beber Yanto kepada betanews.id, Kamis (26/8/2021).

Tak hanya menjual aset, lanjutnya, ia juga menyewakan mobil, sound, bahkan produksi gitar yang sebelumnya tidak ia lakukan. Hal itu, demi menunjang kehidupan sehari-harinya.

“Penurunan hingga 80 sampai 90 persen ini tidak hanya penurunan produksi saja. Bahkan karyawan yang dulu mencapai ratusan sekarang hanya tersisa 50 orang. Itupun karyawan inti yang masih tersisa,” katanya.

Baca juga : Beduk dan Rebana Buatan Sugiharto Unggulkan Kualitas Suara dan Tahan Lama

Ia menjelaskan, sebelum pandemi ini, pengiriman bisa keluar hingga 3 sampai 4 kendaran truk setiap harinya. Namun, di masa pandemi ini tidak bisa seperti dulu. Bahkan, stok barang yang tersedia di beberapa gudang yang ia punya mencapai ribuan barang.

“Bisa dilihat yang di sini saja barang numpuk, totalnya kurang lebih ribuan. Belum yang di gudang-gudang sana. Penyimpanan stok barang ini saya mempunyai 7 gudang selain di sini. Jika ditaruh sini semua tidak akan muat,” tutur Yanto sambil tangannya menunjuk ke bagian stok barang yang tersedia itu.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER