BETANEWS.ID, DEMAK – Di belakang Kantor Koramil Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, tampak sebuah kedai bakso yang cukup ramai pembeli. Beberapa pembeli terlihat duduk menanti pesanan yang sedang dibuat oleh seorang pria di gerobaknya. Pria itu adalah Nur Ikhwan (38) owner Bakso Klenger Om Badut.
Usai menyelesaikan pesanan, pria yang sering disapa Ikhwan itu menceritakan usaha yang dirintis mulai 2017 lalu itu. Dulunya, ia sebenarnya pernah jualan bakso, tapi terpaksa tutup karena tidak laku dan kehabisan modal.

“Saya dulu juga pernah tutup selama satu tahun karena tidak laku sehingga kehabisan modal,” ujarnya, Jumat (30/7/2021).
Baca juga: Bakso Horog-Horog di Kudus Ini Banyak Diminati, Sehari Terjual Hingga 250 Porsi
Saat kehabisan modal itu, ia beralih profesi jadi badut keliling dari Taman Kanak-Kanak (TK) ke TK lain untuk mencari modal lagi. Setelah terkumpul dan dirasa cukup, ia kemudian membuka kembali warung baksonya. Kali ini, ia menyiapkan 23 menu bakso yang ternyata banyak diminati warga Demak.
“Dari 23 menu itu, yang paling laris adalah bakso biasa, bakso klenger, dan bakso lobster,” beber Ikhwan.
Ikhwan bersyukur, menu yang disediakan di warungnya banyak diminati pelanggan. Dalam sehari, ia bisa menjual bakso klenger hingga 200 porsi.
“Alhamdulillah sekarang banyak peminatnya. Bahkan kalau hari minggu bisa habis sampai 100 kilogram adonan bakso,” ungkapnya.
Baca juga: Kuah Pedas Bakso Mercon Beranak di Rendeng Ini Bikin Banyak Orang Ketagihan
Untuk harganya, ikhwan membanderol mulai Rp 10 ribu. Sedangkapn pelangganya, selain orang Demak mereka juga berasal dari kota tetangga, seperti Kudus, Pati, dan Grobogan.
Menurut Ikhwan, di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ini, warung baksonya buka mulai 9.00 hingga 20.00 WIB. Jika nanti PPKM sudah tidak ada, warung akan buka dari pukul 9.00 sampai 21.00 WIB.
“Saya berharap bakso ini bisa dikenal oleh semua orang dan banyak diminati. Sehingga usaha saya dapat berjalan lancar dan sukses,” tandas Ikhwan.
Penulis: Ifani Nurul Khikmah (Mahasiswa magang IAIN Salatiga)
Editor: Ahmad Muhlisin

