BETANEWS.ID, KUDUS – Di sela kegiatannya, Bupati Kudus HM Hartopo menyempatkan diri menyambangi pasar barang bekas (Babe) yang berada di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati., Kudus, Rabu (4/8/2021).
Didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti, Hartopo menghentikan langkahnya di lapak yang menjual buku. Sambil duduk, ia memilih buku yang akan dibelinya.
Baca juga : Prihatin Harga Cabai Rp 6 Ribu Sekilo, Hartopo Borong 2 Kuintal Cabai Milik Warga Desa Kesambi
Setelah beberapa saat memilih, ia pun memborong sekitar 50 jenis buku. Selanjutnya, buku tersebut akan disumbangkan ke perpustakaan desa yang ada di wilayah Desa Jati.
“Kita beli beberapa buku. Jumlahnya sekitar 50 buah, ada buku pelajaran, pengetahuan umum, buku anak-anak, pendidikan, kesehatan, macam-macam. Nanti akan kita sumbangkan ke perpustakaan desa,” kata Hartopo.
Lebih lanjut, dengan apa yang dilakukannya itu, ia berharap bisa sedikit membantu pelaku usaha di Kudus yang terdampak. Pihaknya juga meminta agar para pelaku usaha bisa lebih bersabar dengan kondisi Kudus yang terjadi sampai saat ini.
“Kondisi UMKM yang sedang terdampak ini, saya harapkan bersabar dulu. Bantulah pemerintah dalam rangka untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Bagaimana kita bisa menurunkan kasus aktif,” terangnya.
Demi mewujudkan hal tersebut, Hartopo selalu mengingatkan agar para pedagang di Pasar Babe dan semua warga Kudus bergotong royong disiplin protokol kesehatan.
“Mari kita bergotong royong, pendisiplinan prokes jangan abai. Kalau kita bisa turun di zona hijau, pemulihan sektor perekonomian akan kita genjot terus. Jangan sampai Kudus begini terus. Saya nggak ingin Kudus seperti ini terus,” pinta Hartopo.
Untuk di Pasar Babe, menurutnya protokol kesehatan sudah diterapkan dengan baik. Meskipun masih ada satu, dua orang yang terlihat abai, tapi Hartopo tak henti-hentinya untuk mengingatkan.
“Terutama saat berbicara, jangan sampai tidak pakai masker,” tegasnya.
Baca juga : Intruksikan OPD untuk Beli Dagangan PKL, Hartopo Sebut Akan Buat Surat Edaran Sendiri
Sementara itu, Sri Mulyani, penjual buku merasa senang karena dagangannya diborong orang nomor satu di Kudus tersebut. Ini menjadi angin segar baginya, karena selama PPKM, dagangannya menurun drastis. Ditambah berkembangnya zaman, banyak orang yang memilih membaca lewat handphone daripada membeli buku.
“Rasanya senang tadi diborong Pak Bupati. Tadi diborong sekitar 50 buku lebih. Selama PPKM memang penjualan menurun drastis, apalagi sekarang banyak yang memilih baca lewat HP. Tinggal browsing saja sudah ada,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

