BETANEWS.ID, SOLO – Kasus kematian orang tua yang mengakibatkan tiga anak menjadi yatim piatu yang sempat ramai di Solo beberapa waktu lalu, membuat Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka akan lebih memperhatikan mereka.
Gibran mengatakan, pihaknya akan mencari serta memperhatikan anakāanak tersebut. Diketahui, naiknya jumlah kematian di Solo akibat Covid-19 menjadikan banyak anak-anak terancam terlantar.
“Kita sudah menerima KLA kategori utama empat kali berturut-turut. Di masa pandemi seperti ini perlindungan anak membutuhkan effort yang ekstra di sisi pendidikan, kesehatan. Makanya harus kita dampingi terus,” ujarnya, Kamis (29/7/2021).
Pendampingan kepada anak-anak tersebut akan ditutamakan untuk pendidikan, karena tahun ini belum bisa sekolah tatap muka. Selain itu, Gibran juga akan memperbaiki kekurangan pada ruang-ruang disabilitas.
Baca juga: Kasihan Pada Pedagang, Gibran Bolehkan 14 Pasar Non-Esensial Buka Kembali
“Untuk anak yang terdampak Covid-19 baru didata dukcapil dan kelurahan. Ini akan kita bantu semuanya anak-anak kecil yang ditinggal orang tuanya karena covid-19,” tandasnya.
Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat (PPPAPM), Andriani menambahkan, hingga saat ini baru ada beberapa kelurahan saja yang mengirimkan data. Di antaranya dari Kecamatan Banjarsari, kelurahan Karangasem, Kemlayan, Pajang, serta dari beberapa anggota Forum Anak Surakarta.
“Kebanyakan mereka belum lapor. Jadi kami yang ambil data minta langsung ke kelurahan-kelurahan, kami yang jemput bola. Itu kategorinya adalah yatim piatu, yatim dan piatu,” papar Andriani.
Andriani menambahkan, jumlah tersebut kemungkinan besar bisa bertambah, bahkan bisa mencapai ratusan. Hal tersebut dikarenakan Kota Solo sendiri terdapat 54 kelurahan.
“Selain itu, kasus kematian karena Covid-19 di Solo ini kan juga banyak yang meninggalkan anak-anak. Ini kita pantau terus karena pandemi mungkin akan bertambah terus,” imbuhnya.
Baca juga: Jika Temukan Bansos Tunai Tidak Tepat Sasaran, Gibran Minta Warga Lapor Padanya
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat (PPPAPM), Sri Wardhani menyampaikan, permasalahan anak-anak terlantar yang ditinggal orang tuanya saat pandemi ini merupakan masalah yang banyak terjadi di setiap kabupaten maupun kota.
Makanya, Sri saat ini sedang berkoordinasi menangani kasus anak terlantar di Kota Solo dengan beberapa dinas terkait, seperti Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan. Pihaknya juga sepakat untuk membahas pola asuh anak dengan yayasan Setara dari provinsi serta Unicef.
āJika terdapat anak yang benar-benar tidak punya keluarga dimungkinkan bisa tinggal di panti asuhan. Tapi kalau ada keluarga yang bisa ikut membantu mengasuh dan memenuhi hak anak, ya lebih baik dengan keluarganya,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

