Awalnya Buat Pot untuk Bahagiakan Istri, Kini Rois Malah Jadi Juragan Pot

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang mencampur pasir dan semen di dalam tong yang berisikan air. Kemudian, ia mengaduknya dengan mesin bor yang sudah dimodifikasi. Setelah diaduk, kemudian adukan tersebut ditaruh ke sebuah cetakan yang sudah tersedia. Langkah tersebut merupakan proses pembuatan pot bunga.

Zainul Rois (45), pemilik usaha pembuatan pot bunga, menjelaskan, sebelumnya ia tidak berpikiran kalau usaha yang dilakukan demi membahagiakan istrinya itu membuahkan hasil dan bahkan menjadi pekerjaan tetapnya saat ini.

Rois sedang menyelesaikan pembuatan pot bunga di rumahnya. Foto: Kaerul Umam.

“Sebenarnya awalnya itu istri ingin dibelikan pot untuk hiasan rumah. Kemudian saya berpikir, daripada beli lebih baik saya buat sendiri dengan model sesuai keinginan. Setelah jadi, saya coba posting di Facebook dan ternyata banyak yang respon. Dari situ, kemudian berdirilah usaha ini sampai sekarang,” bebernya kepada betanews.id, Sabtu (17/7/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Kisah Vera, Ibu Rumah Tangga yang Raup Omzet Jutaan dari Bisnis Rumahan

Saat ini, ia melayani pembuatan pot bunga, wastafel, batu nisan, bak mandi, ompak bendera, dan lain sebagainya. Katanya, ia belajar hingga bisa melayani pembuatan tersebut belajar otodidak dari YouTube.

“Harga pot bunga mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 200 ribu, wastafel Rp 350 ribu, batu nisan Rp 200 ribu, bak mandi mulai Rp 350 ribu hingga Rp 550 ribu, ompak bendera dari Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu. Untuk pemesanan bisa menghubungi WhatsApp saya 0812 3968 9695,” rincinya.

Sebelum merintis usaha, ia pernah menjadi kuli bangunan hingga TKI. Jadi kuli bangunan dilakoninya pada 1991 hingga 1998 di Jakarta. Saat ada konflik di 1998, ia memutuskan untuk pulang ke Kudus. setelah itu, ia bekerja di mebel Jepara kurang lebih tiga tahun.

“Kemudian 2001 saya ke Taiwan selama tiga tahun. Setelah itu saya mencoba belajar bahasa Korea, dan rencananya mau ke sana. Setelah menempuh pembelajaran dari awal sampai lulus, kemudian saya bekerja di Korea sampai 2007,” tuturnya.

Baca juga: Dicibir Tetangga Lulusan S1 Kok Jualan, Fida Buktikan Bisa Sukses dari Bisnis Kuliner

Di saat ia ingin ke Korea lagi, ada kesalahan berkas atau data yang ia miliki. Menurutnya, padahal ia sudah mengikuti ujian dan lulus ujian bahasa Korea. Sembari menunggu ada ujian kembali, ia selingi dengan bekerja proyek di sekelilingnya maupun ke luar daerah.

“Di tahun 2014, ada ujian bahasa Korea lagi dan saya ikut. Dan Alhamdulillah lulus, kemudian saya bekerja di sana sampai tahun 2019. Hingga akhirnya di tahun 2020, menemukan pekerjaan yang sebelumnya tidak saya pikirkan. Alhamdulillah berjalan hingga saat ini,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER