BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita terlihat sedang memasukkan satu per satu bahan es krim. Ia mencampur bubuk es krim coklat, susu bubuk, dan air dingin dengan mixer hingga kental. Ia adalah Vera Widiastuti (38) pemilik Ice Cream Ella-Ello.
Ditemui di kediamannya yang berlokasi di Perumahan Muria Indah, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Vera menceritakan bisnis rumahan yang dirintis sejak 2016 lalu itu. Sebelumnya, ia adalah seorang karyawan di salah satu toko interior di Semarang. Karena lelah harus bolak balik setiap hari, ia pun memutuskan untuk keluar dari pekerjaanya.
“Saya kerja di toko selama 5 tahun. Karena capek harus bolak balik, akhirnya saya keluar dan mencoba usaha dari rumah saja,” ungkapnya Kamis (15/7/2021).
Baca juga: Kisah Tere Tinggalkan Jabatan Tinggi di Kantor Pialang Saham Demi Jualan Batik
Setelah keluar, Vera langsug mempunyai ide untuk mencoba usaha es krim. Karena ia merasa, es krim adalah usaha yang bisa tahan lama dan baru di Kudus, pada waktu itu.
“Waktu itu saya mikir usaha apa yg bisa tahan lama, akhirnya saya pilih es krim, dan 2016 itu baru saya yang jual es krim di Kudus,” ungkapnya.
Pertama kali berjualan es kirm, dia masih berjualan di depan Universitas Muria Kudus (UMK). Tetapi karena pandemi, akhirnya ia memutuskan untuk berjualan melalui rumah. Saat berjualan di rumah, ia mengandalkan penjualan melalui media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Grab.
Karena enak dan rasanya tidak kalah dengan buatan pabrik, es krim buatan Vera ini banyak sekali peminatnya. Bahkan vera bisa mendapatkan omzet Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per hari.
Baca juga: Kisah Eveline, Siswa SMA yang Punya Penghasilan Wah dari Jualan Strap Masker
“Kalau paling laku itu, pas bulan puasa, sehari saya bisa dapat Rp 1 juta kalau ramai,” beber Vera.
Untuk pembelinya, Vera mengatakan lebih banyak di kalangan orang Kudus. Tetapi ada juga yang dari luar daerah, seperti Semarang, Jepara, Pati, dan Demak.
“Dalam usaha es krim ini, saya juga membuka reseller dengan minimal pembelian Rp 50 ribu. Dan saat ini saya sudah punya 20 reseller,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

