BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Menur nomor 12c, tepatnya di Desa Nganguk RT 1 RW 3, Kecamatan Kudus, terlihat kedai penjual martabak. Tiga orang pria di sana tampak sibuk membuat martabak pesanan pembeli yang sudah menunggu. Sedangkan satu orang wanita sedang melayani pembayaran. Tempat itu adalah Martabak Menuria 12, milik Kusriyanto Agus Triyoga (39).
Di sela-sela aktivitasnya, pria yang akrab disapa Agus itu bersedia berbagi informasi tentang usahanya. Dia mengatakan, 19 Mei 2021 lalu merupakan grand opening outlet martabak miliknya. Pada momen itu, ia memberikan promo beli 1 gratis 1 untuk semua varian yang tersedia. Promo tersebut berlaku hingga 30 Mei 2021.

“Syarat untuk mendapatkan promo ini follow Instagram, dan upload foto dan mention @martabakmenuria12_kudus. Jika tidak mempunyai IG juga bisa forward ke 5 teman di WhatsApp,” beber Agus kepada betanews.id, Rabu (19/5/2021).
Baca juga: Pilihan Saus di Moi Salad yang Bikin Banyak Orang Ketagihan
Agus menambahkan, untuk memuskan lidah konsumen, dirinya menyediakan berbagai macam menu, yakni martabak manis, martabak telur, martabak tipis kering, martabak mini, dan kue pukis. Menurutnya, harga yang dipatok itu sangat terjangkau di semua kalangan yakni mulai Rp 5 ribu sampai Rp 105 ribu.
“Harga menu martabak teluria dari Rp 25 ribu sampai Rp 45 ribu. Martabak pizza dari Rp 35 ribu sampai Rp 105 ribu. Martabak manis dari Rp 20 ribu sampai Rp 90 ribu. Martabak tipis kering dari Rp 15 ribu sampai Rp 40 ribu,” rincinya di outlet yang buka mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB itu.
Baca juga: Toping Cokelat Cair di Pisang Nugget Sharmee Ini Bikin Banyak Pelanggan Rela Antre
Ia berniat buka di Kudus lantaran melihat tingkat perekonomian warga Kudus yang dibilang bagus. Jika dilihat dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kudus ini, paling besar dibandingkan dengan kabupaten lain di Karesidenan Pati. Hal tersebut membuatnya optimistis dengan membuka usaha ataupun bisnis tersebut.
Dia menambahkan, menu yang paling diunggulkan di outlet tersebut adalah martabak pizza. Uniknya, martabak ini seperti martabak pada umumnya, namun penyajiannya seperti penyajian pizza.
“Saya berharap kedepannya usaha ini semakin maju, berperan serta membantu pemerintahan dalam mengurangi pengangguran,” tuntasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

