31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Untung Menggiurkan Usaha Tanaman Hias, Wandud: ‘Ibarat Modalnya Sampah’

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu Kuswanto tampak sibuk. Di bawah pancaran terik matahari, ia tampak semangat membudidayakan aneka tanaman hias, yang lima tahun terakhir jadi sumber penghasilan untuk cukupi kebutuhan keluarga. Beralih dari pekerjaan lamanya dan menekuni usaha tanaman pun ia tempuh. Sebab menurutnya, usaha tanaman itu sangat menguntungkan.

Saat disambangi di lokasi usahanya yang bernama Warung Tanaman Gondosari di tepi selatan Jalan Lingkar Utara, Desa Singocandi, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, pria 46 tahun itu begitu semangat menceritakan tentang usahanya. Dia menuturkan, memilih usaha di bidang tanaman karena sangat menguntungkan. Bahkan untung yang ditawarkan sangat menggiurkan.

“Saya memilih usaha tanaman hias ya karena menguntungkan. Untungnya juga sangat menggiurkan. Ibaratnya jualan tanaman itu modalnya sampah kok,” ujar pria yang akrab disapa Wandud kepada Betanews.id, Jumat (7/5/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Sering Gali-Tutup Lubang Penuhi Kebutuhan, Jual Bunga Selamatkan Hidup Toni

Wandud pun kemudian menjelaskan tentang usaha tanaman itu bermodal sampah. Menurutnya, usaha tanaman itu harus didasari dengan suka dulu. Saat sudah suka, otomatis senang untuk mempelajari cara tanam dan merawatnya. Sedangkan kata dia, tanaman hias itu bisa dibudidayakan melalui ranting atau cabang dari tanaman tersebut yang dibersihkan atau sisa dari perapian.

“Misal ini saya punya tanaman hias, daun dan rantingnya rimbun sehingga harus dirapikan. Ranting, dahan yang dirapikan itu sampah, tapi bagi saya itu uang. Ranting dan dahan itu bisa ditanam di polybag saat tumbuh bisa laku dijual,” jelas pria yang sudah dikaruniai empat anak tersebut.

Warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu mengungkapkan, di lapaknya, ia menjual aneka tanaman hias seperti aglonema, tanaman hias jenis rerumputan, serta berbagai jenis bonsai taman yang mendominasi tempat jualannya itu.

“Untuk bonsai taman ini juga sama, saya paling hanya beli bahannya saja, biasanya mentaos tanpa daun. Saya belinya borongan, kemudian untuk daunnya saya sambung dengan anting putri, beringin dan lainnya yang saya ambil dari tanaman yang sudah aku miliki,” bebernya.

Baca juga: Yanto Jemput Rezeki dengan Jualan Bunga Keliling yang Selalu Laris Manis

Setelah dua pekan, kata dia, penyambungan akan berhasil dan bisa laku dijual. Mulai harga Rp 20 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Tergantung model bentuk serta karakteristik bonsai taman tersebut. Bahkan kalau sudah jadi dan bagus harganya bisa sampai jutaan rupiah.

“Biasanya yang harganya sampai jutaan gitu perawatannya sudah setahun. Saya juga ada bonsai taman yang harganya Rp 5 juta,” kata Wandud.

Dia mengatakan, peminat bonsai taman di Warung Tanaman Gondosari lumayan banyak. Selain orang Kudus ada juga orang Jepara, Demak, serta Pati. Setiap hari minimal ia bisa menjual lima bonsai taman.

“Jualan tanaman bonsai taman lumayan laris. Minimal sehari bisa jual lima bonsai taman. Kalau sebulan ya minimal 150 tanaman bonsai. Itu minimal lho ya, seringnya malah lebih,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER