31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Lebih Diminati, Rahma Alih Produksi Kue Basah ke Kue Kering Setiap Ramadan

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan toples dan plastik berisi kue kering tampak tertata rapi di ruang tamu rumah RT 3 RW 1 di Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Sedangkan di dapur, terlihat seorang perempuan mengenakan gamis dan berjilbab sedang mencetak kue. Perempuan tersebut yakni Riayah Rahmawati (37) pemilik dari Rahma Paw.

Sembari beraktivitas, perempuan yang akrab disapa Rahma itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia menuturkan, Rahma Paw memproduksi aneka kue basah. Namun, setiap menjelang Lebaran produksinya beralih ke kue kering, sebab lebih diminati untuk dijadikan hidangan saat Hari Raya Idul Fitri.

Rahma saat membuat kue kering yang diproduksinya saat Ramadan. Foto: Rabu Sipan.

Dia mengungkapkan, dibanding Ramadan tahun lalu, produksi kue kering Rahma Paw mengalami peningkatan meskipun tidak signifikan. Sebab hanya sekitar lima hingga 10 persen saja.

-Advertisement-

Baca juga: Kue Kering Rahma Paw Jadi Idola Hidangan Lebaran, Pernah Kirim ke Australia

“Dibanding tahun lalu, memang ada peningkatan produksi. Namun, jika dibanding sebelum ada pandemi produksi sekarang masih jauh, hanya separuhnya saja,” ujarnya.

Sebelum ada pandemi, setiap momen Lebaran ia mampu produksi aneka kue kering lebih dari 100 kilogram. Tahun kemarin turun drastis, hanya produksi 40 kilogram. Untuk kue kering yang diproduksi itu seperti nastar, kastengel, mete kukis, spekulas, putri salju, good time, serta priil.

“Untuk harga kue kering kami bervariasi, mulai yang termurah kue prill itu Rp 140 ribu perkilogram. Sedangkan yang lainnya itu harganya kisaran Rp 175 ribu dengan bobot yang sama,” bebernya.

“Untuk kemasan kami sediakan dua macam, yakni plastik dan toples. Namun untuk harga tetap dihitung kiloan,” tambah perempuan berkaca mata tersebut.

Dia mengatakan, produksi aneka kue kering hanya menjelang lebaran. Mulai produksi pada tanggal 1 -25 Ramadan. Meski sudah ada peningkatan produksi, ia mengaku tidak mau menyetok dagangannya, sebab masih pandemi. Lagi pula aneka kue kering yang dibikinnya itu identik dengan momen Lebaran.

“Saya produksi tapi tidak menyetok banyak. Tetap saya kalkulasi agar nanti beberapa hari jelang lebaran kue kering saya sudah habis diambil pelanggan. Alhamdulillah Ramadan ini hasil produksi sampai tanggal 25 sudah full diorder pelanggan,” katanya.

Baca juga: Kerupuk Sadariyah yang Gurih Ini Penjualannya Melejit, Pelanggan dari Berbagi Daerah

Untuk pemasarannya kata dia, sejak dulu hanya andalkan dari mulut ke mulut para pelanggannya. Selain itu ia juga mengandalkan jasa sales yang kebanyakan para tetangganya. Para salesnya itulah yang memasarkan aneka kue kering Rahma Paw kepada banyak orang.

Selain di Kudus, kue kering Rahma Paw juga diminati orang lain daerah. Di antaranya, Semarang, Demak, Jogjakarta, Jakarta, Bandung dan daerah lainnya.

“Saya berharap pandemi cepat berakhir dan keadaan bisa normal kembali. Sehingga lebaran tahun depan produksi kue kering Rahma Paw bisa meningkat lebih banyak lagi,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER