Kampoeng Agroedukasi Muria Tawarkan Belajar Cara Bertanam di Dalam Pot

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang menyiapkan planterbag sebagai media penanaman dengan metode tabulampot atau tanam buah dalam pot. Tahap pertama ia memulai dengan mencampurkan tanah dengan kompos, dan setelah tercampur sempurna, ia mulai memindahkan bibit ke planterbag dan ditimbun menggunakan tanah dan kompos tersebut.

Pria yang mengenakan kaus warna oranye tersebut adalah Muhamad Nurul Hakim (38). Dia merupakan pemilik Kampoeng Agroedukasi Muria yang berada di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Nurul Hakim mengambil bagian dahan jambu untuk diokulasi. Foto: Kartika Wulandari

Baca juga : Dari Hobi, Rif’an Kini Jadi Petani Muda yang Sukses dari Selada Hidroponik

-Advertisement-

Hakim, begitu pria tersebut akrab disapa mengatakan, Kampoeng Agroedukasi Muria merupakan tempat yang bisa menjadi arena untuk wisata dan belajar terkait tabulampot.

Dalam hal ini, dirinya ingin mengajak warga untuk menanam dengan cara yang mudah, yaitu tabulampot.

“Tabulampot merupakan suatu cara penanaman tanaman buah maupun sayur di dalam pot. Cara ini, sangat cocok untuk masyarakat perkotaan yang ingin menanam buah dan sayuran dengan lahan yang terbatas. Konsep tabulampot ini seperti bonsai, bedanya, ini tanaman buah tidak tanaman hias,” jelasnya.

Sama seperti bonsai, tanaman buah yang ada di pot pertumbuhannya memang dibatasi. Untuk membatasinya, saat menanam bibitnya, di bawah planterbag diberi pecahan genteng untuk menahan akar. Selain itu, setiap akar mulai panjang, sesekali akarnya dipotong.

“Meski begitu, tetep saja pertumbuhan buah nya memang kurang produktif,” jelas Hakim

Selain menggunakan teknik tabulampot, Hakim juga mengajarkan teknik okulasi. Yaitu, salah satu cara menempelkan jenis tanaman satu dengan jenis tanaman lain, sehingga tumbuh bersatu dalam satu pohon.

Baca juga : Petani di Kudus Kembangkan Melon Korea Secara Hidroponik, Setahun Bisa Panen Lima Kali

“Kalau okulasi fungsinya sama, yaitu untuk menghemat tempat, jadi satu pohon bisa ditanami 2 jenis tumbuhan, tetapi tetap harus satu familli. Misal jenis buah alpukat miki diokulasi dengan jenis alpukat mentega,” jelasnya.

Hakim mengatakan, untuk masa panennya rata-rata setiap 6 bulan sekali. Saat ini, Hakim mempunyai koleksi banyak koleksi tanaman buah, seperti, mangga irwin ungu Australia, mangga red ivori, magga Thailand, alpukat mentega, alpukat miki, jambu madu deli hijau, delima, anggur dan masih banyak jenis buah lainya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER