BETANEWS.ID, KUDUS – 28 Sekolah menengah Pertama (SMP) di Kudus dijadwalkan mengikuti ujian tatap muka yang akan dilaksanakan 19-26 April 2021. Sebelumnya, ujian ini akan dilaksanakan di 29 SMP. Berhubung ada satu staf di SMP 2 Jekulo postifi Covid-19, maka ujian tatap muka di sekolah tersebut dibatalkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada mengatakan, dari puluhan sekolah itu, Harjuna mengklaim bahwa semua sekolah sudah lolos dalam hal protokol kesehatan di lingkungan sekolahnya. Ia mewajibkan, satu kelas hanya boleh menampung maksimal 16 siswa.

“Untuk teknis kegiatannya nanti tergantung sekolah masing-masing. Tapi semuanya sudah lolos dan semuanya juga di zona hijau,” pungkasnya.
Baca juga: Ratusan Guru SMP di Kudus Akan Divaksin Sebelum Pelaksanaan Ujian Sekolah
Untuk mempersiapkan adanya ujian tatap muka itu, hari ini ratusan guru menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Miriam dan Rumah Sakit Mardi Rahayu (RSMR) Kudus.
Kasi Surveilans dan Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad menjelaskan, vaksinasi guru itu akan dilakukan selama dua hari, mulai Jumat (16/4/2021) hingga Sabtu (17/4/2021) besok.
“Jadi hari ini dan besok kita melakukan vaksinasi untuk guru di RSIA Miriam dan RS Mardi Rahayu. Guru-guru ini dari 28 sekolah SMP di Kudus yang akan mengikuti US tatap muka nanti,” kata Aniq.
Karena jumlah vaksin yang terbatas, tidak semua sekolah SMP di Kudus bisa mengikuti vaksinasi. Mungkin jika nanti dapat tambahan vaksin lagi, pihak DKK akan melanjutkan untuk memvaksin guru yang akan mengikuti PTM.
Baca juga: Satu Staf Positif Covid-19, SMPN 2 Jekulo Batal Ikuti Ujian Tatap Muka
Di sisi lain, jatah vaksin yang sedianya diperuntukkan SMP 2 Jekulo akan dialihkan ke SMP 1 Gebog. Dialihkannya jatah vaksin ini lantara sekolah tersebut meminta tambahan vaksin untuk 36 sasaran baru. Alhasil, vaksin umtuk tambahan tersebut diambilkan dari jatah SMP 2 Jekulo yang memiliki kuota 52 dosis.
“Sebelumnya, SMP 1 Gebog hanya 17 sasaran. Tapi sekarang ada tambahan lagi sebanyak 36. Jadi kami ambilkan dari jatah SMP 2 Jekulo. Kan masih sisa 16 dosis, akan kami alokasikan ke lansia,” tandas Aniq.
Editor: Ahmad Muhlisin

