BETANEWS.ID, KUDUS – Menindaklanjuti rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang mengusulkan agar ujian sekolah dilakukan secara tatap muka, ratusan guru kembali diajukan untuk menjalani vaksinasi.
Vaksinasi terhadap ratusan guru itu, direncanakan akan dilaksanakan sebelum ujian sekolah berlangsung pada 19 hingga 26 April 2021.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus, Dian Vitayani Winahyu mengatakan, ada 740 guru dari 22 SMP yang diajukan untuk menjadi prioritas vaksinasi. Sekolah tersebut diproyeksikan akan melaksanakan ujian sekolah secara offline.
Baca juga : Bupati Kudus Tinjau Pelaksanaan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
“Kalau jumlah pastinya guru yang akan mengikuti vaksin, Hari Jumat nanti. Karena hari ini ada tambahan sekolah yang mengajukan vaksinasi, sebanyak 7 sekolah,” kata Dian saat ditemui di kantor Disdikpora Kudus, Rabu (14/4/2021).
Untuk pelaksanaan vaksinasi ini, kata Dian, akan dilakukan di Jumat dan Sabtu, yaitu 16-17 April 2021 mendatang. Vaksinasi akan dilakukan di dua rumah sakit di Kudus.
Menurutnya, vaksinasi guru ini adalah salah satu syarat sekolah bisa melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ataupun ujian sekolah secara offline. Selain itu, kata Dian, syarat lain yang hrus dipenuhi adalah sekolah memang benar-benar sudah siap untuk tatap muka dan orang tua murid sudah memberikan izin anaknya ikut sekolah tatap muka.
“Prinsipnya, ujian sekolah bisa dilakukan dengan tatap muka ataupun daring. Namun jika sekolah memilih tatap muka, maka saat meyelenggrakan ujian sekolah, prinsip-prinsip pembelajatan tatap muka harus terpenuhi,” jelas Dian.
Sementara itu, Kasi Surveilans Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Aniq Fuad menyampaikan, jika DKK akan mamfasilitasi vaksinasi terhadap guru di Kudus. Pelaksanannya, akan berlangsung di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Miriam dan Rumah Sakit Mardi Rahayu (RSMR) Kudus.
“Untuk vaksin guru kita ada tambahan. Rencananya hari Jumat dan Sabtu nanti kita ada vaksinasi di RSIA Miriam dan RSMR untuk 740 guru,” jelas Aniq saat ditemui di ruangannya.
Baca juga : Bukan Hanya Zona Hijau, Vaksinasi Bagi Guru juga Jadi Syarat Sekolah Laksanakan PTM
Untuk guru yang akan divaksin, kata Aniq, akan diprioritaskan kepada mereka yang akan melakukan PTM nantinya. Vaksinasi tersebut, disesuaikan dengan permintaan Disdikpora Kudus. Melihat, setiap Disdikpora setiap kabupaten memiliki kebijakannya masing-masing. Mana yang perlu didahulukan, mana yang bisa menunggu.
“Kita mengikuti petunjuk Disdikpora, mana yang diprioritaskan. Kan dinas pendidikan setiap kabupaten memiliki kebijakannya masing-masing. Mereka punya alasan boleh dan tidak didahulukan vaksin, melihat situasi dan kondisi,” ungkap Aniq.
Editor : Kholistiono

