BETANEWS.ID, KUDUS – Terminal Induk Tipe A Jati Kudus terlihat sepi dan lengang di awal Ramadan ini. Tak ada bus yang datang dan menurunkan penumpang. Hanya ada dua bus yang terparkir dan menunggu penumpang masuk ke dalamnya.
Menurut Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Induk Tipe A Jati Kudus Indarto, hal seperti itu sudah wajar terlihat sejak pandemi Covid-19. Begitu juga ketika pemerintah melarang adanya mudik Lebaran, saat ini belum ada tanda-tanda warga yang mudik lebih awal.

Baca juga : Pengusaha Bus Minta Pemerintah Cabut Kebijakan Larangan Mudik Lebaran
“Sampai saat ini, aktivitas di Terminal Jati masih landai. Belum terlihat kedatangan pemudik dari Jakarta, ” kata Indarto, Kamis (15/4/2021).
Kejadian ini sama seperti tahun kemarin. Di mana pandemi Covid-19 masih ramai-ramainya, dan semua orang takut untuk kembali ke kampung halaman.
Dalam sehari, Indarto mencatat, hanya ada sekitar 50-60 bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang masuk ke Terminal Jati. Sedangkan untuk bus antarkota dalam provinsi (AKDP) hanya sekitar 2-4 bus saja.
“Kalau sebelum pandemi, bus AKAP bisa 90-100 yang masuk. Kalau AKDP bisa sampai 10 bus, ” terangnya.
Selama Ramadan yang sudah berlangsung selama tiga hari ini, hanya satu dua penumpang dari luar kota atau Jakarta yang turun di Terminal Jati. Dan hal ini biasa terjadi seperti hari-hari biasanya.
Dengan hal itu, Indarto belum bisa mengatakan, ada fenomena mudik besar-besaran sebelum larangan mudik resmi diberlakukan.
“Penumpang bus sekarang paling hanya 50 persen dari kapasitas kursi yang disediakan. Penurunan semuanya hampir 50 persen, ” katanya.
Baca juga : Mudik Dilarang, Warga Pilih Pulang Kampung Lebih Awal
Indarto juga masih menunggu instruksi dan petunjuk teknis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait dengan kedatangan pemudik. Untuk saat ini, ia hanya mewajibkan para penumpang bus menaati protokol kesehatan. Begitupun bagi para penyedia transportasi bus.
“Untuk persiapan mudik kami menunggu petunjuk teknis dari kementerian perhubungan. Langkah-langkahnya kita menunggu perintah. Entah itu pendirian posko atau yang lainnya,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

