BETANEWS.ID, KUDUS – Di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak beberapa warga sedang sibuk. Mereka terlihat ada yang mencuci dan menjemur berbagai perabotan rumah tangga. Serta terlihat juga ada yang sedang mengepel lantai dan membersihkannya dari lumut. Di depan rumah warga tampak sofa, spring bed terlihat dijemur. Itulah gambaran aktivitas warga paska kebanjiran selama lebih dari tiga pekan.
Salah satu warga terlihat sedang santai sembari ditemani istrinya di teras rumah. Warga tersebut bernama Suhad (43). Dia mengaku lagi santai, sebab sejak kemarin sore dan dilanjut tadi pagi membersihkan rumahnya yang tiga pekan lebih kebanjiran. Karena rumahnya sudah lumayan bersih, ia pun bersantai dan menikmati suasana sisa – sisa banjir.

Baca juga : Dua Pekan Banjir Kudus Belum Surut, 632 Orang Masih Bertahan di Pengungsian
“Sejak kemarin pas banjir surut langsung bersih – bersih rumah. Baru selesai tadi dan langsung santai ini sama istri. Sapu dan alat pel juga belum kering,” ujar Suhad sembari menunjukkan peralatan yang disebut kepada Betanews.id, Selasa (23/2/2021).
Pria yang tercatat sebagai warga RT 4 RW 3 Dukuh Tanggulangin, mengatakan, rumahnya tersebut, sebelumnya kebanjiran selama hampir sebulan. Awalnya ia belum mengungsi, tapi karena banjir terus meninggi sekitar satu meter, ia pun memutuskan untuk mengungsi di Balai Desa Jati Wetan, tempat pengungsian yang disediakan oleh pihak desa.
“Alhamdulillah banjir sudah surut, sehingga kami sekeluarga bisa pulang ke rumah. Kami mengungsi cukup lama, sekitar dua pekan,” bebernya.
Pantauan di lokasi, beberapa rumah dan jalan di Dukuh Tanggulangin masih ada beberapa genangan air. Untuk di RT 4 RW 3 tepatnya jalan menuju rumahnya Suhad masih ada genangan air dengan ketinggian semata kaki. Jalan yang tergenang itu pun sudah banyak ditutupi lumut, sehingga licin dan berbahaya. Bila tidak hati – hati orang yang melewati jalan tersebut bisa terpeleset.
Sedangkan Sutirah, warga RT 3 RW 3, terlihat sedang menjemur puluhan pakaian. Sambil menjemur pakaian ia pun sudi berbagi penjelasan. Ia menuturkan baru pulang dari tempat pengungsian tadi padi. Sesampai rumah langsung bersih – bersih rumah. Menurutnya, pakaian yang dijemurnya itu merupakan barang yang belum sempat diselamatkan saat air banjir menggenangi rumahnya.
“Puluhan pakaian ini tadinya terendam banjir. Terendamnya lumayan lama sekitar dua bulan. Pakaian itu saya pilih – pilih yang masih agak bagus. Sebab kayaknya ada yang busuk dan bau,” ujarnya.
Dia mengatakan, rumahnya lumayan lama kebanjiran daripada warga lainnya. Bila warga lain rumahnya kebanjiran dua pekan atau sebulan, Sutirah mengaku rumahnya kebanjiran selama dua bulan. Dalam rentang waktu tersebut, ia pun mengungsi di rumah kerabatnya.
“Selama banjir menggenangi pemukiman dan merendam rumahku, kami sekeluarga memutuskan mengungsi. Saya mengungsi selama dua bulan dan baru pulang tadi pagi. Terus langsung bersih – bersih rumah,” ungkapnya.
Baca juga : Korban Banjir di Kudus Krisis Air Bersih, Solihah Andalkan Air Hujan untuk Memasak
Terpisah, Kepala Desa Jati Wetan yakni Suyitno menuturkan, banjir yang menggenangi tiga dukuh di Desanya itu sudah surut semua. Hal itu dikarenakan pintu pembuangan air ke Sungai Wulan sudah bisa dibuka. Menurutnya, pembukaan pintu tersebut dilakukan pada hari Minggu (21/2/2021) pukul 06.00 WIB.
“Setelah pintu Sungai Wulan dibuka, banjir yang menggenangi Dukuh Barisan, Gandok, dan Tanggulangin langsung surut. Tidak butuh waktu lama, hanya dua hari. Sekarang sudah tidak ada genangan air di tiga dukuh tersebut,” tutupnya.
Editor : Kholistiono

