31 C
Kudus
Rabu, April 21, 2021
Beranda KUDUS Korban Banjir di...

Korban Banjir di Kudus Krisis Air Bersih, Solihah Andalkan Air Hujan untuk Memasak

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan paruh baya tampak memindah air dari bak karet ke ember di teras rumah yang sedang kebanjiran, di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Setelah dirasa cukup, dengan banjir yang menggenangi seluruh lantai rumahnya setinggi betis tersebut, ia mengangkut air yang berada di ember itu ke ruangan dapur. Perempuan tersebut yakni Solihah (50) warga korban banjir.

Sembari beraktivitas, ia pun sudi berbagi penjelasan tentang aktivitasnya. Dia mengatakan, rumahnya sudah kebanjiran sejak Bulan Desember 2020. Sempat surut, tapi kembali kebanjiran. Menurutnya, akibat banjir tersebut ia dan warga lainnya krisis air bersih. Bahkan untuk kebutuhan air sehari – hari ia memanfaatkan air hujan.

Warga gunakan rakit akibat pemukiman terendam banjir. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Air Banjir Berwarna Hitam dan Berbau di Jati Wetan Diklaim Tidak Berbahaya

“Ya ini bak dan ember ini saya sengaja taruh di bawah grojogan atap rumahnya. Tujuannya, kalau hujan turun airnya bisa tertampung. Sehingga air hujan itu bisa saya manfaatkan untuk berbagai keperluan,” ujar Solihah kepada awak media, Sabtu (13/2/2021).

Dia mengungkapkan, krisis air bersih di dukuhnya yang kebanjiran itu sudah sekitar sepekan. Dalam rentang waktu tersebut, untuk keperluan memasak, mencuci serta mandi ia memanfaatkan air hujan. Sedangkan untuk minum ada bantuan air kemasan dari pihak pemerintah. Dia mengaku, terpaksa menggunakan air hujan untuk berbagai keperluan karena sumur miliknya juga terendam banjir.

“Lha gimana lagi, adanya air hujan ya dimanfaatkan. Soalnya sumur juga masih terendam banjir. Apalagi beberapa hari kemarin kan air banjir juga tercemar, sehingga warnanya hitam dan bau,” bebernya.

“Saat ini warna air banjir sudah tidak hitam pekat dan bau lagi. Namun, sumurnya masih terendam dan banjir belum juga surut, sehingga tidak ada air bersih,” tambahnya.

Hal senada juga diungkap oleh korban banjir lainnya di Dukuh Tanggulangin yakni, Wahyuni Hidayah (38). Dia mengatakan, banjir yang terakhir ini memang menimbulkan banyak masalah terhadap warga yang terdampak, termasuk keluarganya. Banjir yang hampir sebulan tersebut mengakibatkan gatal – gatal pada kulit dan krisis air bersih.

“Sejak sepekan lalu sini itu krisis air bersih. Tidak ada kiriman air bersih. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari para tetangganya banyak yang membeli air galon,” ungkapnya.

Baca juga : 169 Warga Korban Banjir di Desa Jati Wetan Mulai Terserang Penyakit

Perempuan yang akrab disapa Yuni tersebut menuturkan, karena krisis air bersih tersebut, tiap hari para warga harus mengeluarkan uang sekitar Rp 25 ribu untuk membeli air bersih. Air tersebut digunakan untuk berbagai keperluan. Di antaranya, untuk mandi, mencuci, serta memasak.

“Terendam banjir hampir sebulan, warga di sini krisis air bersih mas. Apalagi kemarin air banjir juga tercemar limbah. Harapannya ya ada suplai air bersih dari dinas terkait. Ya semoga banjir segera surut dan nanti agar sumur para warga dibantu untuk menguras pakai pompa,” harapnya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
36,004PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler