169 Warga Korban Banjir di Desa Jati Wetan Mulai Terserang Penyakit

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa tenaga kesehatan tampak sigap melayani beberapa warga yang tampak antre di sudut ruangan Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Mereka berada di tempat tersebut untuk memantau dan merawat para pengungsi korban banjir yang butuh pertolongan tim medis. Salah satu di antaranya adalah Yunia Anjayanti (34).

Wanita yang sehari-hari menjadi bidan desa setempat itu menjelaskan, sejak hari pertama warga mengungsi yakni Jumat (4/2/2021), sudah banyak korban banjir yang mengeluhkan beberapa penyakit yang diderita. Salah satu penyebabnya adalah karena sebelum memutuskan untuk mengungsi, warga tersebut sudah lama kebanjiran.

Salah seorang pengungsi banjir Desa Jati Wetan sedang memeriksakan kesehatannya di posko. Foto: Rabu Sipan.

“Hampir satu bulan warga tersebut kebanjiran. Jadi wajar kalau beberapa penyakit mulai menyerang. Apalagi kemarin kan air banjir sempat tercemar oleh limbah juga,” ujarnya kepada Betanews.id, Senin (8/2/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Sebanyak 576 Warga Kudus di 3 Kecamatan Mengungsi Akibat Banjir

Dia pun kemudian merinci warga yang mengeluh sakit dan sudah diobati. Menurutnya, pada hari pertama mengungsi ada 56 pasien. Hari Sabtu ada 47 pasien, Minggu ada 42 pasien, sedangkan pada hari ini Senin ada 24 pasien. Empat hari mengungsi total ada sekitar 169 jiwa yang terserang penyakit.

Dia menambahkan, kebanyakan keluhan warga korban banjir tidak penyakit berat. Sakit yang dikeluhkan di antaranya gatal-gatal, badan pegal, demam, serta kepala pusing. Menurutnya, sakit tersebut memang sering muncul kepada para korban banjir. Tuturnya, obat-obatan yang dibutuhkan untuk penyakit yang dikeluhkan para pengungsi tersebut pun tersedia semua dan gratis.

“Tidak ada keluhan penyakit berat untuk korban banjir yang mengungsi. Tadi ada korban banjir tapi tidak mengungsi sakit dan ada indikasi sakit tipes. Langsung dirujuk ke rumah sakit,” bebernya.

Baca juga: Perahu Terbatas, Warga Korban Banjir yang Sakit Ini Dievakuasi Menggunakan Rakit

Dia mengatakan, di pengungsian Desa Jati Wetan tim medis selalu tersedia mulai pagi sampai pukul 21.00 WIB. Selain dirinya yang bidan desa setempat juga ada tim medis dari berbagai puskesmas di Kudus. Menurutnya, untuk tim medis dari puskesmas tersebut yang menentukan langsung dari Dinas Kesehatan Kudus.

“Rekan tim medis lainnya ini yang menentukan langsung dari Dinas Kesehatan Kudus. Kalau saya kan memang bidan desa setempat,” katanya

Satu di antara warga korban banjir yang berobat yakni Nur Khayati (50) mengaku sudah tiga hari mengungsi. Di hari ketiga mengungsi, ia merasakan pusing dan badan linu. Sehingga ia pun memeriksakan kesehatan kepada tim medis yang disediakan.

“Sejak pagi saya merasakan pusing dan badan linu. Saya pun memutuskan untuk berobat di tim medis yang tersedia. Takutnya kalau telat nanti malah parah,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER