BETANEWS.ID, KUDUS – Debit air Sungai Wulan yang melintas di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kudus alami kenaikan setelah hujan mengguyur dalam dua hari terakhir ini. Terkait kondisi ini, kepala desa (kades) dan perangkat serta warga bersiaga di dekat tanggul yang sebelumnya sempat jebol.
Mereka terus memantau perkembangan kondisi air, karena mengkhawatirkan kejadian tanggul jebol belum lama ini terjadi lagi. Untuk itu, tanggul darurat yang telah dipasang sebelumnya, sebagian juga dipasangi pita atau tali yang dinilai rawan retak.

Baca juga : Debit Air Sungai Wulan Naik, Warga Dukuh Goleng Siaga Pantau Tanggul
Nur Badri (53) Kades Pasuruhan Lor menuturkan, jika Sabtu (30/1/2021) pagi sempat terjadi retakan di tanggul yang selalu dalam pantauan itu. Dibantu perangkat desa, BPBD, Babhinkamtibmas, Babinsa, Kapolsek, Camat, Koramil, dan warga lainnya bersama-sama menutup retakan yang ada dengan tumpukan karung yang diisi tanah.
Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, pihaknya menyampaikan, jika sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus agar tanggul sungai di Dukuh Goleng dibetonisasi seperti yang ada di Jati Kulon.
Ada tiga hal yang Badri usulkan ke pemkab Kudus. Pertama yakni normalisasi sungai yang tanah galiannya tidak dibuang ke sawah milik warga. Kedua ia meminta agar tanggul bisa ditata lebih baik dan terkahir tentang betonisasi tanggul.
“Katanya tahun ini bisa direalisasikan. Ya mudah-mudahan dapat terealisasi. Betonisasi di dalam tanggul dan di luar, sepanjang jembatan Kencing,” jelasnya.
Baca juga : Volume Air Lebihi Batas Normal, Pintu Bendungan Wilalung Dibuka
Dua hari diguyur hujan, Badri mengungkapkan, hampir seluruh persawahan di Pasuruhan Lor tidak bisa ditanami. Seperti yang terlihat, tidak ada warna hijau padi di daerah tersebut, hanya genangan air yang memenuhi persawahan. “Hampir semuanya terendam banjir. Sekitar 90 persen lah, ” kata Badri.
Hal serupa diungkapkan Sulikan (47) warga Dukuh Goleng RT 2 RW 12 yang setiap tahunnya selalu melihat banjir merendam persawahan di desa yang ia tinggali. Sulikan bilang, hujan yang mengguyur Kudus dua hari ini membuat air masuk ke area persawahan dan pemukiman warga. Hujan itu pula yang membuat rasa khawatir jika bendungan yang sebelumnya pernah jebol, mengalami masalah lagi. Akhirnya, ia bersama warga lainnya melakukan pentauan setiap saat. “Antisipasi jika ada tanggul yang jebol atau retak. Nanti bisa ditangani bersama-sama, ” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

