Debit Air Sungai Wulan Naik, Warga Dukuh Goleng Siaga Pantau Tanggul

BETANEWS.ID, KUDUS – Curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Kudus dalam dua hari ini, mengakibatkan debit air Sungai Wulan mengalami kenaikan. Hal itu membuat warga yang berada di pinggiran sungai waspada, jika sewaktu-waktu air melimpas ke pemukiman warga.

Seperti halnya yang dilakukan warga di Dukuh Goleng, Kecamatan Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Melihat kondisi air Sungai Wulan naik, warga sejak kemarin sudah siaga di sekitar tanggul, yang sebelumnya sempat jebol pada awal Januari lalu.

Baca juga : Tanggul Sungai Wulan Jebol Sepanjang 25 Meter, 100 Rumah di Dukuh Goleng Terendam

-Advertisement-

“Kami selalu siaga. Sejak kemarin kami siaga, tadi malam sampai jam 4 pagi kami juga berjaga-jaga,” ujar Nur Badri (53) Kepala Desa Pasuruhan Lor saat ditemui betanews.id, Sabtu (30/1/2021).

Kata Badri, volume air yang berada di Bendung Wilalung, pagi tadi mencapai 833 m³/detik. Hal itu yang ia dengar dari Plt Bupati Kudus, HM Hartopo yang sebelumnya datang mengecek keadaan tanggul di desa yang ia pimpin itu.

Ia menyampaikan, jika air dari Sungai Wulan sudah sempat melimpas ke luar tanggul. Tetapi, hal itu cepat diketahui warga, sehingga tanggul langsung ditambal menggunakan karung yang diisi tanah.

Bukan hanya itu, pihaknya juga mencatat, bahwa pagi hari tadi, ada retakan di tanggul tersebut. Dengan alat yang sama, yakni karung yang diisi tanah, bersama para warganya dan dibantu oleh perangkat desa, BPBD, Babhinkamtibmas, Babinsa, Kapolsek, Camat, Koramil, menutup retakan tersebut dengan tumpukan karung berwarna putih.

Tanggul sungai yang ada di desanya, ungkap Badri, sering mendapatkan kiriman air dari beberapa sungai di wilayah Kudus. Salah satunya kiriman air dari Bendungan Wilalung. Sehingga, ketika pintu air 8 di Bendungan Wilalung dibuka, debit air di tempatnya juga ikut naik.

Menurut Sulikan (47), salah satu warga Desa Pasuruhan Lor RT 2 RW 12, banjir di tempat tinggalnya ini sudah sering terjadi. Bahkan hampir setiap tahun, sawah yang ada di samping rumahnya terendam banjir.

Baca juga : Volume Air Lebihi Batas Normal, Pintu Bendungan Wilalung Dibuka

“Kan di sini air dari sebelah utara, seperti dari Purwosari, Jember, masuknya ke Pasuruhan Lor dan juga ke Kaliwungu di Desa Setrokalongan. Akibatnya ya terjadi banjir, ” jelas lelaki tersebut.

Melihat kondisi hujan yang dua hari ini terus mengguyur, ia mengungkapkan, bahwa dirinya bersama warga lainnya selalu siaga untuk mengantisipasi kalau ada tanggul yang jebol atau retak.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER