BETANEWS.ID, KUDUS – Lalu lintas Jalan Raya Kudus-Purwodadi terpantau ramai, sore itu. Suara bising kendaraan lewat terdengar bersahutan dengan suara dua orangĀ yang menawarkan dagangannya di tepi jalan Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Mereka yakni sedang menjual Pizza Apa Ya.
Penanggung jawab penjualan Pizza Apa Ya, Ahmad Muryadi (41) menuturkan, Pizza Apa Ya merupakan satu owner dengan Bebek Goreng H Slamet yang dijual di Kudus sejak Oktober 2020. Meski dijual di masa pandemi, Pizza Apa Ya cukup diminati masyarakat. Hal itu terbukti dari penjualannya yang bisa mengabiskan ratusan boks hanya dalam dua jam saja.

“Kami mulai jualan pada pukul 15.00 WIB dan biasanya pada pukul 17.00 WIB pizza yang kami jual sudah ludes terjual. Kami biasanya bawa sekitar 150 sampai 170 bok setiap harinya,ā ujar pria yang akrab disapa Yadi kepada Betanews.id, Kamis (21/1/2021).
Baca juga: Pantesan Martabak Ini Ramai Pembelinya, Rasanya Juara dan Toppingnya Melimpah
Bahkan saat awal-awal berjualan dulu, ungkap Yadi, penjualannya lebih laris lagi, yakni hanya dalam satu jam sudah ludes terjual. Menurutnya, pizza yang dijualnya tersebut harganya sangat terjangkau dan sesuai pada masa pandemi Covid-19 yakni Rp 10 ribu per boks.
“Meski murah rasa Pizza Apa Iya tidaklah murahan. Rasa pizza yang kami jual tetap enak dan tidak kalah dengan pizza merek dari luar negeri. Hal itu terbukti banyaknya pelanggan yang membeli Pizza Apa Ya berulang kali. Kalau tidak enak pasti pelanggan kapok,” ungkap pria yang sudah dikaruniai dua anak tersebut.
Pria yang tercatat sebagai warga Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus tersebut menambahkan, Pizza Apa Ya menyediakan berbagai macam varian rasa. Antara lain rasa vanila meses, cocomix vanila, pizza jagung, dan rasa sosis. Di antara rasa tersebut, yang paling diminati adalah rasa sosis. Menurutnya, dari keseluruhan produksi Pizza Apa Ya yang 65 persen itu rasa sosis. Saat ini dia mengaku bawa 165 bok Pizza Apa Ya, dan yang 100 bok itu pizza rasa sosis.
Baca juga: Manjakan Lidah dengan Krispinya Pisang Goreng S3 yang Tak Pelit Toping
Lebih lanjut, kata dia, pihak managemen Pizza Apa Ya memang memilih menjajakan pizza di tepi jalan. Hal tersebut bertujuan agar Pizza Apa Ya yang harganya sangat terjangkau itu bisa dilihat orang banyak. Menurutnya, uji coba pertama kali menjual Pizza Apa Ya di tepi jalan dulu dilakukan di Purwokerto. Hasilnya bagus banget, bahkan sehari bisa jual sampai 750 boks.
“Keberhasilan itu kemudian kami adopsi dan kami terapkan di Kudus. Alhamdulillah berhasil, meski tak sebanyak di Purwokerto tapi lumayan lah. Pelanggannya juga lumayan, selain orang Kudus ada juga pembeli dari Demak, Purwodadi, serta Pati,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

