31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Warisi Keahlian Pikat Burung dari Sang Ayah, Ridwan Kini jadi Pemikat Perkutut Andal

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria duduk sambil mengisap rokok di tepi makam Islam Keluarga Abdur Rochim, Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Dia memilih duduk menjauh dari dua rekannya dan mengawasi sangkar jebaknya yang yang ditaruh pada pohon jati yang berada di tengah makam. Pria tersebut yakni Muhammad Ridwan (27) pemikat burung perkutut.

Sembari menunggu burung perkutut kejebak, pria yang akrab disapa Ridwan sudi berbagi kisah tentang kegiatannya. Dia mengatakan, kegiatan menjebak burung adalah hobi yang ditekuninya sejak kecil, saat usianya 10 tahun. Menurutnya, hobi tersebut diwarisi dari ayahnya, yang memang suka sekali menjebak aneka jenis burung.

Muhammad Ridwan bersama beberapa temannya saat akan menjebak burung perkutut. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Melihat dari Dekat Sensasi Memikat Perkutut di Area Makam di Kudus

-Advertisement-

“Ayahku itu punya hobi jebak aneka jenis burung. Dulu itu setiap beliau berangkat jebak burung, pasti mengajak saya. Sehingga hobi ayahku tersebut menurun ke saya. Pada usia 10 tahun, saya sudah gemar menjebak aneka jenis burung,” ujar Ridwan kepada Betanews.id, Jumat (8/1/2020).

Pria yang sudah dikaruniai satu anak tersebut menuturkan, bila dulu ia suka memikat aneka jenis burung, sekarang tepatnya sejak empat tahun yang lalu, Ridwan hanya fokus menjebak burung perkutut. Menurutnya, mikat perkutut lebih menarik karena ada sisi mistisnya. Sebab ia mengakui suka dengan dunia mistis.

“Menurutku, burung perkutut itu penuh misteri dan penuh mistis. Oleh sebab itu, saya lebih suka mikat burung perkutut,” ungkapnya.

Saat disinggung apa hasil pikatan burung perkutut lebih besar dari pada burung lainnya, dia pun menyangkalnya. Kata dia, dalam memikat perkutut hasilnya tidak menentu. Kalau lagi hoki sehari bisa dapat lima ekor, empat ekor, tiga ekor, bahkan tidak dapat juga pernah. Kalau dikalkulasi ya rata – rata itu sehari bisa dapat dua sampai tiga ekor perkutut.

“Untuk harga perkutut hasil mikatku dibeli dengan harga bervariasi. Mulai Rp 100 ribu sampai Rp 500 per ekor. Tergantung suara dan katuranggan perkutut,” ungkap pria yang bekerja jadi buruh bangunan dan perajin sangkar pikat tersebut.

Baca juga : Sejak Pelihara Perkutut Katuranggan Banyu Mili, Rezeki Ndoro Kakung Lancar Bak Air Mengalir

Sebagai hobi, kata dia, memikat perkutut merupakan hobi yang sangat menghasilkan. Selain menyenangkan dan penuh sensasi mistis, hasilnya lumayan bisa untuk tambah – tambah mencukupi kebutuhan keluarga. Dia juga mengaku melayani jasa mikat perkutut. Untuk jasa tersebut ia tidak mematok tarif, terserah dikasih berapa pun akan diterimanya.

“Oleh karena itu, saya mengajak semua orang untuk serius menjalani hobi, sehingga mampu menghasilkan cuan. Harapan saya, perkutut lokal makin eksis dan banyak diminati. Sehingga perkutut lokal makin berjaya. Serta semoga para penghobi perkutut untuk serius dengan hobinya. Karena dari hobi perkutut itu kalau ditekuni dan diseriusi bisa jadi lahan penghasilan,” tutupnya

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER