Makrame dan Rajutan di Orikado Handmade Ini Bikin Rumah Terlihat Makin Cantik

BETANEWS.ID, PATI – Seorang wanita dengan rambut panjang tergerai tampak sibuk membuat rajutan di sebuah rumah, Jalan Syeh Jangkung, Desa Plangitan, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Sesekali, rajutan berwarna putih itu digantung pada dinding untuk memastikannya sudah sesuai keinginan atau belum. Ia adalah Yeni Fridi Astuti (34) pemilik Orikado Handmade.

Ditemui di sela-sela pekerjaannya itu, Yeni mengaku sudah suka dengan dunia rajutan sejak masih kelas 3 Sekolah Dasar. Waktu itu, ia diajari oleh ibunya yang memang suka merajut. Yeni mulai serius menekuni bidang kerajinan satu ini sejak 2015 untuk rajutan dan membuat makrame mulai 2019.

Rajutan untuk gantungan pot yang diproduksi oleh Yeni di Orikado Handmade. Foto: Khalim Mahfur.

“Sebelumnya saya kerja di Jakarta selama 9 tahun. Namun, karena tidak suka bekerja di bawah tekanan, kemudian saya melakukan sesuatu yang saya suka dan mulai belajar merajut lagi dan membuat makrame,” paparnya, Rabu (9/12/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Zibi Leather, Tempatnya Tas Kulit Keren dan Berkualitas

Wanita satu orang anak itu membuat kerajinan rajutan di waktu senggangnya sebagai ibu rumah tangga. Ia biasanya membuat tas rajut, tas makrame, pajangan dinding, dan sebagainya. Untuk makrame , Yeni membuatnya untuk wall hanging, plant hanging, dan tas.

“Kalau untuk pengerjaanya, lebih cepat untuk membuat makrame kira-kira lima jam sudah jadi. Tapi kalau buat rajutan misalkan ada kesalahan itu harus dibongkar atau dilepas lagi dan butuh waktu yang lebih lama,” ujarnya.

Yeni mengatakan, cara merawat kerajinan rajut dan makrame sebenarnya cukup mudah. Hanya dengan dicuci menggunakan deterjen ataupun sabun cair dan cukup dikucek perlahan menggunakan tangan. Setelah itu makrame di jemur ataupun diangin-anginkan hingga kering.

“Kalau kesulitannya untuk membuat makrame bisanya saat menentukan panjang tali yang harus dipotong, kalau kendala rajutan itu dihitungan, karena harus menghitung rantai yang harus dibuat,” ucapnya.

Baca juga: Di Tangan Ranu, Bonggol Jagung Disulap jadi Kerajinan yang Unik dan Menarik

Yeni membanderol produk rajutannya mulai Rp 35 ribu hingga Rp 200 ribu. Sedangkan untuk makrame dari Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu, tergantung ukuran kerumitannya. Kini, konsumen yang membeli produk-produknya berasal dari berbagai wilayah mulai dari Pati, Jakarta, Semarang, Salatiga dan kota-kota lainnya.

“Untuk pemasarannya awal-awalnya sih dari mulut ke mulut, teman ke teman, seperti ada teman yang lihat dan pesan ke saya dan lama-kelamaan makin banyak yang pesan,” tutup Yeni.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER