BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi timur Jalan PR Sukun Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus tampak sebuah warung. Di dalam warung tampak ramai pembeli yang sedang menikmati hidangan. Ada pula yang sedang menunggu makanan yang mereka pesan. Sedangkan di bagian depan tampak beberapa pria sedang menyajikan sate yang dipesan para pelanggan. Tempat tersebut yakni Warung Sate Kambing Haji Slamet.
Di temui di warungnya, Septina Fatmawati (32) pemilik warung sate kambing Haji Slamet mengatakan, warung sate kambing H Slamet merupakan warung sate kambing termurah di Kudus. Biasanya kalau orang jual sate kambing harganya itu minimal Rp 20 ribu seporsi atau 10 tusuk. Harga tersebut hanya untuk satenya saja, belum berikut dengan nasi dan es tehnya.

“Sedangkan saya itu jual sate kambing satu porsinya dengan harga Rp 15 ribu seporsi. Harga tersebut sudah termasuk nasi dan es teh. Nasinya ambil sendiri sepuasnya. Oleh sebab itu harga sate kambing di warung sate kambing Haji Slamet itu paling murah seKudus,” ujar perempuan yang akrab disapa Tina kepada Betanews.id, Kamis (3/12/2020).
Baca juga: Nikmatnya Sate Kambing H Slamet yang Sehari Habiskan 8 Ribu Tusuk
Perempuan yang tinggal masih satu desa dengan alamat warungnya itu menambahkan, selain murah, rasa sate kambingnya juga enak. Dagingnya empuk, bumbunya mampu meresap ke dalam daging, kecapnya pakai kecap THG, pakai merica, bawang dan tomat bisa suka-suka. Jadi sangat enak dan meresap. Untuk level pedasnya juga bisa dipesan sesuai selera pembeli.
“Pokoknya dijamin enak, lezat, dan tentunya murah. Oleh sebab itu, sate kambing Haji Slamet selalu ramai pembeli. Sehari mampu jual delapan ribu tusuk dan menghabiskan lima ekor kambing,” ungkap perempuan berambut sebahu tersebut.
Di singgung dengan nama warung, perempuan yang sudah dikaruniai satu anak itu mengatakan, bahwa nama warung itu adalah nama almarhum ayahnya yakni Haji Slamet. Dia mengaku memberi nama warung sama dengan nama ayahnya agar selalu ingat kepada orang tua. Apalagi beliau sudah meninggal jadi agar ingat untuk sering kirim Al Fatihah untuk almarhum ayahnya.
“Ayah saya kan sudah meninggal, dengan memberi nama warung sate sama dengan nama ayah saya ya agar saya itu selalu ingat pada orang tua. Selalu ingat untuk kirim bacaan Al Fatihah untuk beliau. Agar dapat berkah, sehingga usaha yang saya jalani itu diperlancar oleh Allah,” bebernya.
Baca juga: Terkenal Enak, Bakso Pak Ateng Ramai Diburu Pecinta Kuliner
Dia mengatakan, meski baru sebulan, pelanggan warung sate kambing Haji Slamet sudah banyak. Selain orang Kudus juga ada orang Jepara. Dia berharap, warung sate kambing Haji Slamet makin dikenal, sate kambingnya makin diminati dan makin laris.
“Harapannya semoga sate kambing saya makin laris. Bisa jadi jujugan para pecinta kuliner khususnya yang suka dengan sate kambing. Serta nanti bisa buka cabang di kota lain,” harap Tina sambil tersenyum.
Editor: Ahmad Muhlisin

