BETANEWS.ID, PATI – Sebuah warung makan yang terletak di Desa Pagerharjo RT 01 RW 02, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati terlihat ramai pengunjung. Mereka tampak lahap memakan hidangan yang ada di depannya. Tak jauh dari meja tersebut, beberapa orang terlihat sedang memasak di bagian dapur rumah makan tersebut. Salah satunya adalah Solihan (35), pemilik Warung Makan Sari Laut dan Sari Kali.
Warung yang berdiri empat tahun lalu itu punya menu yang cukup berbeda dengan tempat lain, yaitu menyajikan menu ikan kali atau sungai sebagai andalan. Beberapa di antaranya adalah ikan gabus, betik, wader, belut, dan ikan yang lainnya.

Selain itu, tempatnya yang bersebelahan dengan persawahan dan cukup jauh dari keramaian membuat makan di tempat tersebut begitu nyaman dan bikin betah.
“Yang khas di rumah makan ini adalah menu ikan kali, karena pengen beda dari yang lain,” ucapnya.
Baca juga: Bikin Ngiler, Kerang Jancuk yang Pedasnya Nampol Ini Sehari Habis 2 Kuintal
Solihan mengambil ikan dari teman-temannya yang hobinya mencari ikan. Ikan yang ia dapatkan rata-rata masih dalam keadaan hidup, sehingga selalu dalam keadaan segar.
“Pelanggan lebih suka menu makanan ikan kali seperti wader, betik, gabus, ya pokoknya ikan kali. sambal di sini juga beda, karena racik sendiri sambalnya,” ujar Solihan.
Untuk harga, kuliner yang renyah dan bikin nagih ini bisa didapatkan dengan harga kisaran Rp 12 ribu hingga Rp 25 ribu. Harga itu juga tergantung besar kecilnya ikan yang dipilih pembeli.
Baca juga: Bikin Penasaran, Sate Lele Satu-Satunya di Kudus yang Enak Ini Laris Manis
Salah satu pelanggan, Aira (33) mengaku cukup sering ke warung tersebut. Kali ini, ia datang bersama teman-temannya untuk menyantap menu ikan kali. Selain menyajikan menu ikan kali yang rasanya enak, sambal yang disajikan juga berbeda dengan tempat lain karena mempunyai rasa yang sedap.
“Yang paling saya suka di sini adalah ikan betik karena punya rasa yang gurih-gurih enak gitu pokoknya. ini (sambalnya) juga enak pedasnya, pas juga, sedap pokoknya,” tutup wanita yang berprofesi sebagai wirausaha itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

