BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus sudah membuka terminal wisata Bakalankrapyak bagi bus rombongan peziarah yang akan mengunjungi Makam Sunan Kudus. Dibukanya Terminal Bakalankrapyak sejak Rabu (26/8/2020), pukul 00.00 dini hari.
Terlihat pukul 8.35 WIB, terdapat dua bus yang datang membawa para peziarah. Sebelum bus memarkirkan kendaraannya, petugas meminta satu orang koordinator peziarah untuk turun menyelesaikan administrasi dan membeli karcis untuk menuju ke Menara Kudus. Hal tersebut dilakukan agar menghindari adanya kerumunan massa.
Kasubag Tata Usaha UPT Perparkiran dan Terminal Dishub Kudus Reno Agung menuturkan, Terminal Bakalankrapyak sudah dibuka sejak Rabu (26/8/2020) dini hari. Menurutnya, hingga pukul 11.30 WIB sudah ada tiga bus yang memarkirkan kendaraannya di terminal.

Baca juga : Terminal Bakalankrapyak Masih Tutup, Bus Peziarah Parkir di Lapangan Bola
“Kami memang sengaja membuka saat tengah malam. Karena biasanya bus sudah datang waktu dini hari,” tuturnya saat ditemui di Terminal Wisata Bakalankrapyak.
Dia menjelaskan, dengan dibukanya Terminal Bakalankrapyak, semua peziarah dari berbagai daerah dapat memarkirkan kendaraannya di terminal. Namun dirinya meminta agar peziarah mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditentukan.
“Jadi wajib pakai masker ya. Nanti sebelum masuk harus dicek suhunya dan mencuci tangan di tempat yang disediakan,” terangnya.
Nantinya saat dicek suhu, jika terdapat peziarah yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius, pihaknya akan meminta petugas puskesmas terdekat untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.
“Nanti saat dicek jika suhunya tinggi, petugas Puskesmas akan melakukan pengecekan. Kita benar-benar akan memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik,” terangnya.
Dalam penerapan protokol kesehatan, Reno mengimbau agar awak bus dan peziarah saat datang menyertakan surat hasil rapid test. Selain itu, kapasitas bus juga harus dikurangi untuk penerapan physical distancing.
“Hari biasanya kan penuh. Untuk pandemi ini 50 persen saja. Kami akan terus sosialisasikan tentang protokol kesehatan ini,” tuturnya.
Baca juga : Sepi Peziarah, Pedagang di Kawasan Menara Kudus Sambat Omzet Turun Drastis
Sementara itu, satu di antara peziarah Nurul menuturkan, akan mengikuti protokol kesehatan yang ditentukan di setiap daerah. Dia yang datang dari Bangkalan, Madura mengaku sudah mengunjungi enam dari delapan wali dalam perjalanan ziarah.
Menurutnya, setiba di Terminal Bakalankrapyak, dirinya diminta petugas untuk mencuci tangan dan tes suhu menggunakan thermo gun. Hal tersebut diakuinya juga dilakukan di makam wali lainnya.
“Iya tadi cuci tangan dan tes suhu. Ya tidak apa-apa. Untuk jaga-jaga,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

