BETANEWS.ID, KUDUS – Dua pria di Dukuh Kadilangon, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus tampak sedang menyemprot pohon mangga. Sekitar 15 menit mereka menyemprot daun dan bunga di dua pohon mangga yang lumayan besar. Satu di antara pria itu yakni Maskur (23) putra dari pemilik usaha bakul mangga.
Seusai menyelesaikan pekerjaannya, dia mengungkapkan, proses penyemprotan itu bagian perawatan pohon mangga yang disewa oleh bapaknya. Menurutnya, ayahnya adalah bakul mangga yang menggunakan sistem sewa pohon. Hal itu dilakukan agar terhindar dari persaingan pembelian buah mangga dari pemilik pohon.
“Sistem ayah saya itu menyewa pohon mangga secara tahunan. Ada yang disewa satu tahun, dua tahun atau lebih. Pohon mangga yang disewa itu, buahnya otomatis jadi milik ayah saya,” ujar Maskur kepada betanews.id, Senin (3/8/2020).

Baca juga : Produksi Tempe Super, Jadi Solusi Ekonomi Mantan TKI di Kala Pandemi
Pria warga Welahan, Jepara, itu menuturkan, saat ini di Kudus ayahnya punya 400 pohon mangga yang disewa, dengan harga bervariasi. Yakni, mulai harga Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu per tahun. Tergantung besar dan kecil pohon mangga yang disewa.
Uang sewa itu, lanjutnya, termasuk perawatan rutin terhadap pohon mangga yang tersewa. Perawatan meliputi, membersihkan benalu yang menempel pada pohon mangga di Bulan Desember. Pada Bulan Januari memberi pupuk, serta Bulan Februari dan Bulan Agustus menyemprot pakai pestisida.
Hal itu tambahnya, agar pohon mangga bisa berbuah secara maksimal. Dia mengaku, tidak hanya di Kudus saja pohon mangga yang disewa, tetapi juga ada di Rembang dan Tuban, yang jumlahnya mencapai ribuan pohon.
Menurutnya, untuk mendapatkan buah mangga saat musim panen, ayahnya memang lebih memilih sistem sewa pohon. Meski agak ribet harus ada perawatan dan sebagainya, tapi dengan sistem tersebut, saat musim panen datang ayahnya dipastikan dapat buah mangga yang akan dikirim ke Jakarta.
“Hal itu tentu berbeda dengan sistem langsung beli buah mangga dari petani saat musim panen. Ayah saya bisa tidak kebagian buah mangga karena banyak pesaingnya. Kalau tidak punya mangga para tengkulak langganannya yang di Ibu Kota bisa kecewa,” ungkapnya.
Dia menuturkan, pada musim panen mangga, ayahnya bisa mengirim sekitar 50 peti buah mangga setiap empat hari sekali sampai musim panen mangga selesai. Kalau ditotal ayahnya bisa mengirim puluhan truk buah mangga setiap musim panen.
Baca juga : Kolak Gudang Buatan Siswanto Jadi Ladang Bisnis Warga saat Pandemi
“Biasanya kalau dirawat seperti pada umumnya, pohon mangga akan berbuah dua kali dalam setahun,” bebernya.
Disinggung tentang kemungkinan rugi dalam usaha ayahnya, dia pun berkata, bahwa setiap usaha pasti ada risiko rugi. Biasanya rugi itu terjadi jika pohon mangga yang disewanya itu berbuah pada Bulan November. Sebab pada bulan tersebut terjadi panen raya buah mangga hampir seluruh Nusantara.
“Perawatan ini supaya pohon yang kami sewa bisa berbuah lebih awal. Agar terhindar dari panen raya. Serta agar harga mangga kami tidak anjlok,” tutupnya.
Editor : Kholistiono


Mohon info no kontak penebas mangga nya mas, terima kasih sebelumnya