31 C
Kudus
Senin, Januari 18, 2021
Beranda Ekonomi Kolak Gudang Buatan...

Kolak Gudang Buatan Siswanto Jadi Ladang Bisnis Warga saat Pandemi

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria berkaus oblong terlihat sibuk membungkus kolak gudang dengan kantong plastik. Setelah itu, bungkusan tersebut dia letakkan di sebuah wadah warna merah yang dipasang di bagian belakang motornya. Pria tersebut yakni Yuda Ariyanto, satu di antara pelanggan kolak gudang buatan Siswanto.

Yuda merupakan salah satu pelanggan Siswanto yang menjual kembali kolak gudang berbahan ketela untuk menghidupi keluarganya selama pandemi Covid-19. Pria yang sudah jadi pelanggan tetap selama sebulan terakhir itu mampu menjual sekitar 50 ketanjang melalui media daring dalam setiap harinya.

Yuda Ariyanto, salah satu pelanggan Siswanto yang menjual kembali Kolak Gudang secara daring. Foto: rabu Sipan.

“Sebulan terakhir ini saya berjualan kolak gudang Siswanto secara daring. Alhamdulillah banyak peminatnya dan laris manis, semanis rasa kolak gudang itu sendiri,” ujar Yuda, Rabu (1/7/2020).

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu pun berkisah awal mula jualan kolak gudang. Sebenarnya, selama ini pekerjaan Yuda adalah sopir alat berat wales. Namun, sejak ada pandemi Corona, orderan sepi. Hingga ia pun beralih berjualan kolak gudang secara daring.

“Awalnya saya tidak sengaja lewat mau ke Waduk Logung Kudus. Pas lewat, kok ada tulisan kolak gudang, kemudian saya berhenti dan beli. Kemudian saya iseng-iseng tawarkan di media sosial, ternyata responnya bagus dan banyak yang pesan,” ungkap pria yang sudah dikaruniai satu anak tersebut.

Baca juga: Bosan Bertahun Tahun Kerja Ikut Orang, Aufa Pilih Jualan Kue Gandos

Dia mengatakan, setiap hari dapat jatah 50 keranjang kolak gudang dari Siswanto. Lewat media daring, jumlah tersebut akan terjual habis dalam waktu sehari. Pembelinya itu orang Kudus dan sekitarnya.

“Saya bersyukur jualan kolak gudang Siswanto ini setidaknya jadi solusi saya mencukupi kebutuhan keluarga. Sambil menunggu proyek infrastruktur jalan lagi,” katanya.

Hal sama juga dirasakan Dwi Mulyaningsih. Ia mengaku jualan kolak gudang Siswanto mulai dua pekan lalu. Hal itu dilakukan sebagai pekerjaan sampingan, selain jadi guru honorer di sekolah dasar (SD) di desanya.

“Kalau saya baru dua minggu jualan kolak gudang Siswanto. Meski sampingan, setiap hari saya mampu menjual 40 keranjang kolak gudang,” ujar warga Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus tersebut.

Baca juga: Pertahankan Resep Warisan, Cara Jitu Martabak Menara Selalu Laris Manis

Di sisi lain, pemilik usaha pembuatan kolak gudang, Siswanto menuturkan, produknya itu memang banyak peminatnya. Kelebihan kolak gudangnya itu, singkongnya lunak dan rasanya manis tanpa kerak.

“Kami memang perhatikan bahannya dan kebersihan, ya. Bahannya terbuat dari singkong ketan dan dipilih yang bagus. Gulali yang dibuat merebus saat pemanisan juga harus bersih dari kerak, sehingga rasa kolaknya benar-benar manis. Singkongnya juga lunak,” tukas Siswanto.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
26,722PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler