Selama Pandemi, Komunitas Seliku Kebanjiran Anggota Baru

BETANEWS.ID, KUDUS – Taman Bendung Klambu terlihat cukup ramai, pagi itu. Seperti layaknya aktivitas di minggu pagi, taman yang bersebelahan dengan Bendungan Klambu, Desa Klambu, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan itu juga dipenuhi aktivitas masyarakat yang sedang berolahraga. Tak terkecuali sekumpulan pesepeda yang sedang berkumpul di dekat tulisan “Taman Bendung Klambu”. Kumpulan pesepeda itu merupakan anggota Komunitas Sepeda Lipat Kudus (Seliku).

Ketua Komunitas Seliku Agus Heryanto (50) mengatakan, kedatangan rombongannya ke taman tersebut merupakan agenda rutin komunitasnya. Kebetulan hari itu mereka bertemu dengan Komunitas Demak Sepeda Lipat (Dek Seli).

Komunitas Seliku saat mengadakan kegiatan gowes ke Taman Bendung Klambu, Desa Klambu, Purwodadi, Grobogan, Minggu (21/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

“Ini kebetulan memang salah satu agenda rutin yang kita lakukan di Seliku, ya. Istilahnya kopdar. Biasanya kumpul awal di Alun-Alun Simpang 7 (Kudus). Tapi ini sebenarnya baru dimulai lagi, semenjak pandemi. Karena kemarin sempat vakum kegiatan sampai kondisi mulai kondusif kembali. Ini pun kami gowes bareng dengan memperhatikan protokol kesehatan,” katanya saat ditemui, Minggu (21/6/2020).

-Advertisement-

Sejak pandemi itu juga, lanjut pria yang akrab disapa Aher itu, jumlah anggoto Komunitas Seliku terus bertambah. Mengingat, gowes sedang jadi tren kembali di tengah masyarakat. Bahkan, setiap hari dia menerima anggota baru.

Baca juga: Penjualan Sepeda di Toko Suka Jaya Meroket, Sepeda Gunung dan Lipat Terlaris

“Bahkan semenjak pandemi, hampir tiap hari kami memasukkan anggota baru di grup WhatsApp,” papar Lelaki yang sehari-hari berprofesi sebagai tenaga marketing di perusahaan farmasi di Kudus itu.

Dikatakannya, Komunitas Seliku yang diresmikan 2019 silam kini sudah memiliki anggota sebanyak 120 orang. Jumlahnya dipastikan akan terus bertambah, mengingat antusiasme masyarakat dalam bersepeda sedang tinggi.

“Kalau anggota saat ini mencapai 120an orang. Biasanya kalau kopdar hampir semua anggota datang, tapi nanti rute gowes itu yang menentukan masing-masing orang. Seperti hari ini, rute dipecah menjadi dua. Yang suka dan kuat tanjakan, mereka naik. Kalau yang ingin landai, ikut kami rute ke arah Purwodadi ini. Anggota sekitar 120 an orang sekarang.

Menurutnya, anggota dari Seliku datang dari berbagai macam latar belakang. Mulai dari pedagang, wiraswasta, karyawan, hingga dokter. Dalam setiap acara kumpul, mereka kemudian menentukan rute dan gowes sampai balik ke rumah masing-masing.

Baca juga: Gudang Sepeda Milik Fais, Surganya Spare Part Baru dan Bekas di Kudus

“Biasanya kalau kopdar hampir semua anggota datang, tapi nanti rute gowes itu yang menentukan masing-masing orang. Seperti hari ini, rute dipecah menjadi dua. Yang suka dan kuat tanjakan, mereka naik. Kalau yang ingin landai, ikut kami rute ke arah Purwodadi ini,” kata Aher.

Selain gowes, komunitas yang sudah ada sejak 2010 juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lain. Di antaranya adalah baksos dan pembagian sembako saat pandemi.

“Seperti saat pendemi kemarin, sambil gowes kami baksos. Memberikan sembako bagi yang berhak mendapatkan,” tututp Aher.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER