31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Pemkab Kudus Siap Antarkan Santri Balik ke Pesantren, Ada Uang Sakunya

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus akan memfasilitasi keberangkatan santri yang berasal dari Kudus untuk kembali ke pondok pesantren. Tidak hanya itu, santri juga akan mendapatkan uang dan rapid test gratis sebelum berangkat.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan, pihaknya akan mengantar santri dengan bus hingga tiba di pondok pesantren yang dituju. Langkah ini diambil agar santri yang kembali ke tempatnya menuntut ilmu tidak terpapar virus Corona ketika di perjalanan.

Rapat koordinasi antara Pemkab Kudus dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) dan Koordinator Pondok Pesantren di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (24/6/2020). Foto: Imam Arwindra

“Saya tidak ingin para santri naik kendaraan umum ketika kembali ke pondok. Saya khawatir dengan kondisi kesehatannya,” tuturnya saat ditemui selepas rapat koordinasi dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) dan Koordinator Pondok Pesantren di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (24/6/2020).

-Advertisement-

Hartopo melanjutkan, pemberian uang saku tersebut masih dalam kajian, karena pihaknya tidak dapat menggunakan Anggaran Tidak Terduga (TT) pada APBD tahun 2020.

“Nanti saya akan gunakan dana iuran ASN (Aparatur Sipil Negara). Ya, Rp 100 ribu atau berapa nanti,” tuturnya.

Baca juga: Pesantren di Kudus Usulkan Pengadaan Alkes Senilai Rp 3,36 Miliar

Tak hanya itu, bagi santri yang lokasi pondoknya jauh dan memakan waktu perjalanan tiga hingga empat jam, pihaknya juga akan memberikan fasilitas makan.

“Kalau ada yang jauh perjalanannya hingga tiga sampai empat jam, dikasih fasilitas uang makan dan uang saku,” tuturnya.

Sebelum berangkat, lanjut Hartopo, pihaknya juga akan melakukan rapid test bagi para santri. Menurutnya, untuk masuk ke pondok pesantren harus disertakan surat keterangan sehat dan bebas Covid-19.

“Jumlah santrinya sekitar 300an. Namun, intinya berapa pun jumlah santrinya kami siap. Anggarannya pun tersedia. Nanti untuk bus kita pakai dana TT (Anggaran Dana Tidak Terduga),” tuturnya.

Hartopo menjelaskan, dari 12 orang koordinator pondok yang datang, sebagian besar belum memberitahukan waktu santri akan berangkat ke pesantren. Hal tersebut terjadi dikarenakan mungkin belum adanya kepastian dari kepala daerah atau pengelola pesantren mengenai jadwal kedatangan santri.

Baca juga: DPRD Desak Pemkab Kudus Siapkan Skema New Normal di Pesantren

“Tadi yang sudah ada kepastian pondok Tegalrejo (Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam Tegalrejo, Magelang),” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Santri Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo di Kudus Muhammad Mawahib menuturkan, dirinya bersama alumni API lainnya akan membantu mengkoordinir santri dari pondok tersebut.

Menuturkan, jumlah santri yang akan kembali ke API ada 31 orang. Namun, saat ini yang sudah siap yakni 25 orang, sisanya 6 orang masih ada kegiatan keluarga.

“Santri (API) untuk wilayah Muria tanggal 27 Juni jadwal kedatangannya,” tuturnya.

Baca juga: Seluruh Santri yang Masuk ke Jateng Wajib Karantina

Mawahib menjelaskan, jadwal kedatangan tanggal 27 Juni tersebut yakni santri yang berasal dari Kabupaten Jepara, Demak, Kudus, dan Pati.

Selain memberlakukan jadwal kedatangan berbeda dari berbagai wilayah, pondok pesantren juga meminta agar santrinya melakukan karantina mandiri sejak tanggal 13 Juni 2020.

“Kalau santri yang paling banyak itu dari Demak dan Jepara,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER