BETANEWS.ID, KUDUS – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kudus secara resmi mengumumkan pendaftaran Lomba Desain Batik Kudus 2026 telah dibuka. Sayembara dengan total hadiah belasan juta rupiah tersebut terbuka bagi masyarakat umum atau warga dari seluruh Indonesia.
Lomba desain tersebut mengusung tema “Kudus Harmoni dalam Warna, Tradisi dalam Karya”. Adapun desain batik yang dibuat harus mengangkat kearifan lokal Kudus, baik budaya, tempat wisata, maupun berbagai kekayaan lokal yang ada di Kabupaten Kudus.
Ketua Dekranasda Kudus, Endhah Endhayani, menyampaikan bahwa lomba tersebut dilatarbelakangi instruksi Bupati Kudus agar Kabupaten Kudus memiliki batik khusus yang nantinya akan dipakai oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus. Menurutnya, hingga saat ini ASN di Kudus belum memiliki batik khas yang menggambarkan identitas daerah secara menyeluruh.
“Selain mengadakan lomba desain ini untuk dipakai sebagai pakaian ASN Kudus, kami juga ingin mengangkat dan menggali potensi lokal Kudus yang belum dikenal secara luas oleh masyarakat. Contohnya, ada tarian-tarian yang berasal dari berbagai desa di Kudus, seperti Menawan, Sidorekso, dan lain sebagainya,” terangnya.
Baca juga : Akomodasi Coffee Street, Pemkab Kudus Bakal Kaji Perubahan Zona PKL
Ia memastikan desain batik pemenang tidak akan diproduksi dengan teknik printing, melainkan dibuat dengan konsep kombinasi batik tulis dan batik cap. Menurutnya, batik tulis murni memiliki harga yang relatif mahal, sedangkan batik cap dinilai kurang memiliki nilai estetika yang kuat.
“Jadi, kami berupaya agar nantinya batik ini dibuat secara kombinasi. Lomba ini ditujukan bagi seluruh masyarakat dan karya yang dikirim harus dapat dipertanggungjawabkan keasliannya serta belum pernah dipublikasikan,” jelasnya.
Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Bimo Sekti Bagus Thohari, menerangkan bahwa peserta dapat mengambil inspirasi desain dari berbagai kekayaan lokal Kudus, baik simbol daerah, hasil bumi, kuliner, bangunan bersejarah dan ikonik, destinasi wisata, tradisi budaya, produk budaya, hingga flora dan fauna khas Kudus.
“Peserta tidak harus bisa membatik, tetapi cukup mampu membuat desain yang nantinya dapat diaplikasikan menjadi motif batik dan seragam ASN,” ujarnya.
Bimo menjelaskan, pendaftaran lomba desain tersebut telah dibuka sejak awal Juni. Sementara itu, pengiriman karya dibatasi hingga Juli, kemudian dilanjutkan dengan proses seleksi dan penjurian pada Agustus. Nantinya, 10 peserta akan dipilih untuk maju ke babak final dan mempresentasikan karya mereka.
“Penetapan juara dan penyerahan hadiah dilaksanakan pada September bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kudus ke-477. Untuk besaran hadiah, setidaknya kami telah menyiapkan belasan juta rupiah bagi para pemenang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kudus, Satria Agus Himawan, menyebutkan bahwa lomba tersebut terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia. Pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis.
Menurutnya, setiap peserta maksimal dapat mengirimkan dua karya desain. Berkas dikirim dalam format JPG, JPEG, atau PDF disertai formulir pendaftaran dan surat pernyataan keaslian karya melalui laman web dekranasda.kuduskab.go.id.
“Karya yang masuk menjadi hak publikasi panitia dengan tetap mencantumkan nama penciptanya,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono
BETANEWS.ID, KUDUS – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kudus secara resmi mengumumkan pendaftaran Lomba Desain Batik Kudus 2026 telah dibuka. Sayembara dengan total hadiah belasan juta rupiah tersebut terbuka bagi masyarakat umum atau warga dari seluruh Indonesia.
Lomba desain tersebut mengusung tema “Kudus Harmoni dalam Warna, Tradisi dalam Karya”. Adapun desain batik yang dibuat harus mengangkat kearifan lokal Kudus, baik budaya, tempat wisata, maupun berbagai kekayaan lokal yang ada di Kabupaten Kudus.
Ketua Dekranasda Kudus, Endhah Endhayani, menyampaikan bahwa lomba tersebut dilatarbelakangi instruksi Bupati Kudus agar Kabupaten Kudus memiliki batik khusus yang nantinya akan dipakai oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus. Menurutnya, hingga saat ini ASN di Kudus belum memiliki batik khas yang menggambarkan identitas daerah secara menyeluruh.
“Selain mengadakan lomba desain ini untuk dipakai sebagai pakaian ASN Kudus, kami juga ingin mengangkat dan menggali potensi lokal Kudus yang belum dikenal secara luas oleh masyarakat. Contohnya, ada tarian-tarian yang berasal dari berbagai desa di Kudus, seperti Menawan, Sidorekso, dan lain sebagainya,” terangnya.
Ia memastikan desain batik pemenang tidak akan diproduksi dengan teknik printing, melainkan dibuat dengan konsep kombinasi batik tulis dan batik cap. Menurutnya, batik tulis murni memiliki harga yang relatif mahal, sedangkan batik cap dinilai kurang memiliki nilai estetika yang kuat.
“Jadi, kami berupaya agar nantinya batik ini dibuat secara kombinasi. Lomba ini ditujukan bagi seluruh masyarakat dan karya yang dikirim harus dapat dipertanggungjawabkan keasliannya serta belum pernah dipublikasikan,” jelasnya.
Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Bimo Sekti Bagus Thohari, menerangkan bahwa peserta dapat mengambil inspirasi desain dari berbagai kekayaan lokal Kudus, baik simbol daerah, hasil bumi, kuliner, bangunan bersejarah dan ikonik, destinasi wisata, tradisi budaya, produk budaya, hingga flora dan fauna khas Kudus.
“Peserta tidak harus bisa membatik, tetapi cukup mampu membuat desain yang nantinya dapat diaplikasikan menjadi motif batik dan seragam ASN,” ujarnya.
Bimo menjelaskan, pendaftaran lomba desain tersebut telah dibuka sejak awal Juni. Sementara itu, pengiriman karya dibatasi hingga Juli, kemudian dilanjutkan dengan proses seleksi dan penjurian pada Agustus. Nantinya, 10 peserta akan dipilih untuk maju ke babak final dan mempresentasikan karya mereka.
“Penetapan juara dan penyerahan hadiah dilaksanakan pada September bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kudus ke-477. Untuk besaran hadiah, setidaknya kami telah menyiapkan belasan juta rupiah bagi para pemenang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kudus, Satria Agus Himawan, menyebutkan bahwa lomba tersebut terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia. Pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis.
Menurutnya, setiap peserta maksimal dapat mengirimkan dua karya desain. Berkas dikirim dalam format JPG, JPEG, atau PDF disertai formulir pendaftaran dan surat pernyataan keaslian karya melalui laman web dekranasda.kuduskab.go.id.
“Karya yang masuk menjadi hak publikasi panitia dengan tetap mencantumkan nama penciptanya,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

