Puncak Musim Kemarau 2026 Diprediksi Datang Bulan Juli, BPBD Jepara Mulai Lakukan Mitigasi

BETANEWS.ID, JEPARA – Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 akan datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. Puncaknya diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Bagus Ari Wibowo, menyebutkan di Kabupaten Jepara terdapat tujuh wilayah yang rawan mengalami kekeringan.

Wilayah tersebut yakni Desa Clering dan Desa Sumberejo di Kecamatan Donorojo, Desa Bategede di Kecamatan Nalumsari, Desa Kedungmalang di Kecamatan Kedung, Desa Kaliombo di Kecamatan Pecangaan, Desa Pule di Kecamatan Mayong, serta Desa Karimunjawa di Kecamatan Karimunjawa.

-Advertisement-

“Sesuai prediksi BMKG, musim kemarau tahun ini lebih awal. Di Jepara ada tujuh wilayah yang rawan kekeringan,” kata Bagus saat dihubungi Betanews.id, Jumat (15/5/2026).

Menurut Bagus, tujuh wilayah yang rawan kekeringan tersebut disebabkan debit air dari sumber mata air di wilayah setempat tergolong kecil.

Untuk itu, sebagai persiapan menghadapi musim kemarau, pihaknya mulai melakukan langkah mitigasi, yakni pengecekan secara kontinu di wilayah rawan kekeringan. BPBD juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta PDAM.

“Monitoring juga terus kita lakukan di daerah-daerah rawan. Jika ada desa yang mulai terdampak, nanti kita akan segera suplai kebutuhan air bersih,” lanjut Bagus.

Baca juga : Rumah Dinas Baru Bupati Jepara Segera Dibangun, Total Anggaran Rp4 Miliar

Saat ini, Bagus mengatakan BPBD memiliki tiga armada truk tangki dengan kapasitas masing-masing tangki sebanyak 5.000 liter.

Pihaknya juga mulai menyiapkan tandon untuk menyimpan stok air bersih apabila nanti terdapat desa atau wilayah yang meminta dropping air.

Anggaran yang disiapkan untuk kebutuhan dropping air bersih sebesar Rp32 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara 2026.

“Belum tahu itu anggarannya cukup atau tidak. Yang jelas, itu ketersediaan anggaran yang disediakan untuk dropping air bersih di musim kemarau,” ujar Bagus.

Bagus mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan air, selalu menjaga lingkungan, serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan sebagai antisipasi menghadapi musim kemarau panjang.

“Apabila ada warga yang mulai mengalami kekeringan, bisa segera lapor ke BPBD atau pemerintah desa setempat,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER